Murniyenti Murniyenti
RSUP Dr. M. Djamil Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor- Faktor yang Berhubungan Dengan Keterlambatan Ibu Hamil Dengan Covid-19 Mencapai Fasilitas Rumah Sakit Rujukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Ermawailis Ermawailis; Mega Faridatun Nisak; Mainiati Mainiati; Murniyenti Murniyenti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.655

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan pelayanan kesehatan maternal menjadi salah satu layanan yang terdampak secara akses maupun kualitas dan mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu. terdapat 4 keterlambatan yang menyebabkan tinggginya angka kematian ibu yaitu 1) keterlambatan mengenali masalah kesehatan, 2) keterlambatan mengambil keputusan untuk menuju rumah sakit rujukan, 3) keterlambatan menuju rumah sakit rujukan dan 4) keterlambatan mendapatkan pertolongan di rumah sakit rujukan. Faktor-faktor diatas saling terkait dan mempunyai korelasi kuat terhadap kejadian keterlambatan penderita komplikasi obstetri termasuk ibu hamil dengan COVID-19 mencapai rumah sakit rujukan dan menyumbang angka kematian ibu di Indonesia. Tujuan: mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan ibu hamil dengan COVID-19 mencapai fasilitas rumah sakit rujukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: penelitian menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat Chi Square. Hasil: penelitian terhadap 27 sampel yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa secara statistik variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan keterlambatan ibu hamil dengan COVID-19 mencapai fasilitas rumah sakit rujukan adalah sosial ekonomi (p= 0,000), pola pengambilan keputusan berkolaborasi dan atau merujuk oleh tenaga kesehatan (p= 0,000) serta pola pengambilan keputusan keluarga setuju penderita COVID-19 dirujuk (p= 0,000).