Muhammad Agil Amin
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Palopo. Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Kecanduan Game Online Terhadap Akhlak Siswa Muhammad Agil Amin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2021): Agustus, Media Pembelajaran dan Media Local
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v6i3.24699

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kecanduan game online yang membuat siswa kurang  disiplin terhadap waktu (bermalas-malasan) serta siswa kurang peka terhadap lingkungan sekitar hanya peka terhadap teman yang ada di dunia maya. Jenis penelitian adalah kualitatif. Data diperoleh dari guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sah tidaknya data dilakukan uji triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian didapatkan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh guru untuk meminimalisir candu game online pada siswa; Menegur dan memberi pemahaman bahwa main HP boleh tapi ada waktunya, mengalihkan perhatian siswa yang kecanduan game online dengan banyak memberikan PR, Menyisipkan pesan kepada siswa tentang bahaya main game online secara berlebihan bagi masa depan serta memberikan nasehat-nasehat secara lemah lembut yang bisa menyentuh hati siswa yang kecanduan game online. Kendati demikian, berapa pun banyaknya upaya yang dilakukan oleh guru, peneliti nilai tidak kurang mampu meminimalkan rasa ingin terus main game online siswa hal ini dikarenakan sebagian besar waktu yang digunakan oleh siswa ada di lingkunagn keluarga, bersama orang tua.
Kenakalan Siswa (Studi Tentang Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasinya) Muhammad Agil Amin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Februari, Ilmu Sejarah dan Media Pembelajaran
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v7i1.24698

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya siswa melakukan pelanggaran tata tertib yang telah ditetapkan di sekolah seperti Bolos sekolah, lambat masuk kelas, berseragam sekolah tidak sesuai jadwal, berkelahi, merokok, berambut panjang, main game (HP) saat belajar sehingga dibutuhkan upaya guru untuk mengatasinya. Jenis penelitian adalah kualitatif. Data diperoleh dari Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sah tidaknya data dilakukan uji triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian didapatkan beberapa bentuk kenakalan siswa dan upaya guru dalam mengatasinya; 1. Bolos sekolah (6 siswa, 16,66%); guru melakukan pendekatan, memberi nasehat, memberi sanksi hafalan beberapa ayat suci al-qur’an). 2. lambat masuk kelas (5 siswa, 13,88%); guru melakukan pendekatan, menasehai, beri sanksi membersihkan, mencabut rumput. 3. Berseragam sekolah tidak sesuai jadwal (3 siswa, 8,33 %); guru memberi teguran langsung. 4. Berkelahi (8 siswa, 22,22%)  dan merokok (6 siswa, 16,66%); guru  menasehati dan memanggil orang tua untuk bersama-sama mencari jalan keluar. 5. Berambut panjang (3 siswa, 8,33 %); guru menegur langsung dan razia. 6. Main game (HP) saat belajar (30 siswa, 83,33 %); guru melakukan pendekatan, menasehati, menyita HP dan razia.
Persepsi Mahasiswa Tentang Metode Pembelajaran yang Tepat Untuk Mata Kuliah Tafsir Tarbawi Muhammad Agil Amin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2022): Agustus, Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v7i3.24704

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ungkapan beberapa mahasiswa bahwa metode diskusi yang disajikan peneliti dalam perkuliahan unik dibanding metode diskusi pada umumnya sehingga perlu dipertahankan, alasan inilah peneliti tertarik mengetahui berapa banyak mahasiswa yang setuju dengan metode perkuliahan yang telah disajikan serta mengetahui apakah ungkapan mahasiswa pada pertemuan awal perkuliahan (Maret 2022) tetap sama pada pertemuan akhir perkuliahan (Juli 2022). Penelitian dilakukan di 2 (dua) kelas dengan jumlah mahasiswa 50 orang. Hasil penelitian didapatkan jumlah mahasiswa yang menyatakan sangat setuju model perkuliahan tetap diterapkan pada semester berikutnya ada 43 orang atau 86% dari jumlah sampel, jumlah mahasiswa yang menyatakan setuju model perkuliahan tetap diterapkan pada semester berikutnya ada 7 orang atau 14% dari jumlah sampel.