Nadya Putri Utami
Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kemajuan Perkembangan Smart City di Kabupaten Bogor dalam Konteks Perencanaan Tata Ruang Wilayah Nadya Putri Utami
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24723

Abstract

Tren pengembangan kota cerdas di Indonesia diinisiasi melalui program Gerakan Menuju 100 Smart City yang digagas oleh Kemkominfo RI, yang memacu kabupaten/kota untuk bertransformasi menjadi kota cerdas, salah satunya Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat. Dalam konteks perencanaan wilayah, pengembangan smart city perlu mempertimbangkan kesesuaian perencanaan dengan rencana tata ruang wilayah serta memperhatikan komponen-komponen dasar pengembangan kota, seperti identitas/ideologi kota, kaitan sejarah dan budaya, karakteristik ruang, kesiapan teknologi, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemajuan perkembangan smart city Kabupaten Bogor dalam konteks perencanaan wilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data sekunder terkait dokumen perencanaan, kebijakan pengembangan Smart City, dan rencana penataan ruang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa program/kegiatan yang Smart City yang saling berkaitan dengan RTRW Kabupaten Bogor dan dapat dijadikan prioritas pengembangan seperti (1) Pengembangan Situ Front City; (2) Pengembangan Model Intelligent Transport System (ITS) pada titik persimpangan dan ruas jalan; (3) Pembentukan dan penguatan desa tangguh bencana; (4) Pengembangan industri kecil dan menengah; (5) Pelayanan pengelolaan sampah; (6) peningkatan akses/produktivitas pangan; (7) Pengembangan pemasaran destinasi wisata; (8) Pengelolaan dan Penetapan Cagar Budaya, dan  (9) Penataan Lingkungan terpadu melalui pembentukan Smart Village.