Siti Maryani
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CEGAH STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN KADER DENGAN PENGGUNAAN TIKAR PERTUMBUHAN Siti Maryani; Nuril Nikmawati; Munayarokh Munayarokh; Wahyu Pujiastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12850

Abstract

Abstrak: Saat ini stunting menjadi fokus perhatian masalah gizi oleh pemerintah Indonesia karena tidak hanya menyebabkan kelainan fisik namun juga kognitif yaitu berupa kecerdasan yang kurang pada balita. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok masyarakat tertentu (kader kesehatan) dalam hal pencegahan stunting pada balita melalui penggunaan tikar pertumbuhan sebagai alat bantu deteksi dini stunting. Metode yang di gunakan adalah dengan sosialisasi dan pendampingan kader dalam penggunaan tikar pertumbuhan. Pelaksanaan pengabdian di Desa Kalijoso dengan 20 kader yang terbagi 2 kelompok. Kegiatan dengan sosialisasi terkait stunting dan penggunaan tikar pertumbuhan dalam pengukuran tinggi badan balita dan dilanjutkan dengan praktik penggunaan tikar pertumbuhan. Pengabdi melakukan monitoring dan evaluasi ke posyandu untuk memantau penggunaan tikar pertumbuhan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang penggunaan tikar pertumbuhan dengan sasaran kader kesehatan di Desa Kalijoso telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan dari 73% menjadi 90%. Abstract: Currently stunting is the focus of attention on nutrition issues by the Indonesian government because it not only causes physical but also cognitive abnormalities, namely in the form of less intelligence in toddlers. Based on data from the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) in 2019, the prevalence of stunting in Indonesia reached 27.7%. The purpose of this community service is to increase the knowledge of certain community groups (health cadres) in terms of preventing stunting in toddlers through the use of growth mats as an aid for early detection of stunting. The method used is by socializing and assisting cadres in using growth mats. Implementation of community service in Kalijoso Village with 20 cadres divided into 2 groups. Activities with socialization related to stunting and the use of growth mats in measuring toddler height and continued with the practice of using growth mats. The servant conducts monitoring and evaluation at the posyandu to monitor the use of growth mats. The implementation of community service in the form of education about the use of growth mats with the target of health cadres in Kalijoso Village has been successfully carried out. There is an increase in knowledge from 73% to 90%.  
PENDAMPINGAN KELUARGA PEDULI STUNTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Siti Maryani; Mundarti Mundarti; Bekti Yuniyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19630

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang terjadi di Indonesia. Angka gizi buruk dan stunting di Indonesia cukup tinggi, menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara. Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka prevalensi sebesar 30,8%. Keluarga mempunyai peran penting dalam mencegah stunting di semua tahap kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi baru lahir, balita, remaja, pernikahan, kehamilan, dll. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga agar peduli dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting di lingkungan keluarganya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini di lakukan dengan menggunakan metode pendampingan pada keluarga yang memiliki balita di Desa kalijoso sejumlah 20 keluarga. Mitra dalam kegitan ini adalah keluarga yang memiliki balita dan pendampingan ini di lakukan pada ibu balita karena ibu balita memiliki waktu paling banyak dengan balita yaitu sejumlah 20 orang. Kegiatan yang di lakukan antara lain pemberian materi tentang stunting, pola asuh keluarga, dan praktik pemberian makan pada balita. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan keluarga dalam pencegahan stunting. Prestest di lakukan dengan menggunakan kuesioner tentang stunting dan peran upaya pencegahan stunting sejumlah 10 pertanyaan. hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan sebesar 20%.Abstract: Stunting is one of the chronic nutritional problems in Indonesia. The rates of malnutrition and stunting are quite high, ranking second in Southeast Asia. According to the 2018 Riskesdas data, the prevalence rate is 30.8%. Families play a crucial role in preventing stunting at all stages of life, from the fetus in the womb to newborns, toddlers, adolescents, marriage, pregnancy, and beyond. This supports the government's efforts to address these issues in Indonesia. The objective of this activity is to enhance family knowledge, encouraging them to take various measures to prevent stunting within their households. The implementation of this community service activity involves a mentoring method with 20 families who have toddlers in the Kalijoso Village. The partners in this activity are families with toddlers, and mentoring is specifically targeted at mothers of toddlers, totaling 20 individuals. The activities include providing information about stunting, family parenting patterns, and practicing feeding toddlers. The entire initiative spans a duration of 3 months. The activity progressed well, contributing to the improvement of family knowledge and skills in preventing stunting. A pre-test was conducted using a questionnaire about stunting and the role of prevention efforts, comprising 10 questions. The results of the pre-test and post-test showed an improvement of 20%.