Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak inklusi dan literasi keuangan terhadap ketimpangan pendapatan melalui kredit UMKM di Indonesia tahun 2016 dan 2019 Diana Nur Khoiriyah; Fitri Amalia
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol. 16 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v16i1.6303

Abstract

Masalah ketimpangan pendapatan masih menjadi masalah utama yang di hadapi oleh negara maju dan negara berkembang khususnya Indonesia. Ketimpangan pendapatan memunculkan berbagai dampak masalah. Terbatasnya akses layanan keuangan, literasi keuangan yang rendah bisa meningkatkan ketimpangan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap ketimpangan pendapatan serta menganalisis pengaruh tidak langsung antara inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap ketimpangan pendapatan dengan kredit UMKM sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2016 dan 2019 sebagai sampel penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Jalur menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan dan literasi keuangan berpengaruh terhadap kredit UMKM. Variabel inklusi keuangan dan kredit UMKM berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan. Untuk pengujian hubungan tidak langsung, inklusi keuangan berpengaruh secara tidak langsung terhadap ketimpangan pendapatan melalui kredit UMKM sebagai variabel intervening sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ketimpangan pendapatan melalui kredit UMKM.The problem of income inequality is still a significant problem faced by developed and developing countries, especially Indonesia. Income inequality leads to various issues. Limited access to financial services and low financial literacy can increase income inequality. This study aimed to analyse the effect of financial inclusion and financial literacy on income inequality and the indirect impact of financial inclusion and financial literacy on income inequality when MSMEs credit was used as an intervening variable. This study employed 34 provinces in Indonesia in 2016 and 2019 as research samples. The analytical method utilised Path Analysis using the SPSS version 25 program. The findings revealed that financial inclusion and literacy variables affected MSMEs' credit. The variables of financial inclusion and MSMEs credit affected income inequality; on the other hand, financial literacy did not affect income inequality. MSME credit could mediate the effect of financial inclusion on income inequality in analysis path testing. On the other hand, MSMEs credit has not been able to mediate the impact of financial literacy on income inequality.
KUALITAS LAYANAN RUMAH SAKIT DI ERA JKN: PERAN KEPESERTAAN, AKSESIBILITAS, DAN PEMBIAYAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU Abghi Hafizhan Shulan; Artanti Puspita; Fatih Hilal Athaya; Ilham Yoga Pangestu; Fitri Amalia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9490

Abstract

Although JKN coverage reached 98.45% in 2024, the quality of hospital services for JKN participants remains low (average satisfaction of 68%), accompanied by major complaints regarding responsiveness and empathy, recurring BPJS deficits, and unequal geographical access. This study aims to examine the effect of JKN membership, healthcare accessibility, and financing on the quality of hospital services through the SERVQUAL model. A quantitative explanatory research approach with a cross-sectional design was applied to 120 active JKN participants selected through purposive sampling. Multiple linear regression analysis using IBM SPSS 27 showed that all three variables had a positive and significant effect, both partially and simultaneously (F = 13.376; p < 0.001; R² = 0.257). Financing was the strongest predictor (β = 0.365), followed by accessibility (β = 0.257) and JKN membership (β = 0.198). Reforms in contributions, acceleration of claims, strengthening of telemedicine, and intensification of PBPU membership socialization are recommended to support quality UHC in 2029.
Pengaruh Infrastruktur Jalan, Ekspor, Wisatawan, dan Angka Harapan Hidup terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2021-2025 Nashwa Nareswari Putri; Naura Ajeng Haryanto; Kamelia Aji Aprilina; Nadia Khoirunnisa; Salsabilah Pakita; Fitri Amalia
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v6i01.2426

Abstract

This study aims to analyze the effect of road infrastructure, non-oil and gas exports, tourist arrivals, and Life Expectancy Rate (AHH) on regional economic growth (GRDP) in 33 Indonesian provinces for the 2021–2025 period. Using secondary data from BPS and the Ministry of Trade, the model was estimated via panel data regression with an Unbalanced Panel approach (162 observations) using the Random Effect Model (REM). The partial results show that AHH, road length, and tourist arrivals have a positive and significant effect on regional GRDP, acting as the main drivers of the regional economy. Conversely, non-oil and gas exports exert a significant negative effect,  indicating structural weaknesses due to dependence on primary commodities without strong downstreaming. Therefore, future policies must focus on sustainable land connectivity, human capital improvement, and accelerating regional export downstreaming strategies.
Pengaruh Lingkungan terhadap Pengeluaran Kesehatan di 8 Negara ASEAN Ade Shanti Aulia; Syaeful Arifin; Nayla Surya Nirwana; Abdul Aziz; Fitri Amalia
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i1.1305

Abstract

Tujuan dari analisis ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari banyak masyarakat yang telah menggunakan sanitasi dasar ketersediaan layanan air minum yang layak dan tingkat polusi udara terhadap tingkat pengeluaran kesehatan perkapita di 8 negara di kawasan Asia Tenggara Ruang lingkup penelitian mencakup data tahunan dari lima variabel utama:pengeluaran kesehatan per kapita sebagai variabel dependen dan besaran masyarakat yang telah memperoleh akses sanitasi dasar akses air minum serta intensitas polusi udara sebagai variabel independen dan GDP per kapita sebagai variabel kontrol dengan rentang waktu 5 tahun atau selama 2016 2020 Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan menggunakan pendekatan Random Effect Model REM yang dipilih berdasarkan hasil uji Hausman Hasil menunjukkan bahwasanya layanan air minum yang layak dan sanitasi dasar memang memiliki hubungan positif akan tetapi pengaruhnya tidak signifikan Pada variabel ke 3 polusi udara menunjukkan hubungan negatif dan tidak signifikan Sebaliknya GDP per kapita ternyata terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengeluaran kesehatan per kapita Secara simultan ketiga variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran kesehatan dengan nilai koefisien determinasi R sebesar 0 865613 sedangkan nilai Adjusted R squared sebesar 0 850254 Berdasarkan temuan tersebut pemerintah di negara negara ASEAN sebaiknya memperkuat infrastruktur melalui perbaikan sanitasi air dan persediaan layanan air bersih mengingat dampaknya bersifat jangka panjang dan esensial bagi kesehatan publik Peningkatan pengeluaran kesehatan perlu diarahkan pada aspek layanan yang bersifat promotif dan preventif khususnya di negara negara dengan pendapatan lebih rendah Hal ini perlu dilakukan agar manfaat pembangunan kesehatan lebih merata