Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK KAYU KELAPA PADA CAMPURAN BETON MUTU NORMAL. Lilis Indriani
Jurnal Informasi, Perkebunan dan Sipil Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Penelitian : Jurnal Informasi, Perkebunan dan Sipil
Publisher : Politeknik Sampit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.903 KB)

Abstract

Pemakaian serat dalam campuran beton sudah cukup lama dilakukan, namun karena ketersediaannya semakin menurun maka dikembangkan berbagai jenis salah satunya adalah serat kayu. Kayu merupakan salah satu material dengan kadar selelusa tinggi yaitu 2. Selain selelusa serbuk kayu juga mengandung hemi selelusa, secara umum biomassa juga mengandung lignin dalam jumlah sekitar 15-30% berat kering (Susanto, 1998). Pada serbuk kayu terdapat lkadar selelusa dan hemiselelusa yang apabila ditambahkan pada campuran semen dan pasir membentk beton, senyawa ini akan terserap pada permukaan mineral/partikal dan menambah kekuatan ikat antar partikel akibat sifat adhesi dan dispersinya, serta menghambat difusi air dalam material akibat sifat hidrofobnya. Dengan demikian dapat dihasilkan beton yang lebih kuat dan relative tidak tembus air, yang dapat dipakai sebagai bahan konstrukasi untuk tujuan-tujuan khusus (Gargulak, 2001) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi penambahan serbuk kayu kelapa yang dapat meningkatkan kuat tekan beton, untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang bernilai optimum dengan penambahan serbuk kayu kelapa pada campuran beton. Kuat tekan beton mengalami peningkatan dengan penambahan serbuk kayu kelapa sebagai pengganti sebagian volume. Kuat tekan beton dengan variasi 0% adalah 19,640 MPa, variasi 0,2% adalah 15,648 MPa, variasi 0,4 % adalah 11,875 MPa dan variasi 0,6% adalah 7,224 MPa. Penggantian sebagian serbuk kayu kelapa pada campuran beton memberikan peningkatan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan variasi 0,2%. Kuat tekan rencana fc’ = 13,53 MPa sedangkan kuat tekan yang dihasilkan 15,648 MPa atau naik sebesar 13,535%.