Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kelapa Melalui Pelatihan Pembuatan Kecap Dari Air Kelapa di Desa Basawang Kecamatan Teluk Sampit Sartika Pakpahan; Ekamonika Manihuruk
Jurnal Informasi, Perkebunan dan Sipil Vol 1 No 1 (2022): JPM-JIPS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Politeknik Sampit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.515 KB)

Abstract

Desa Basawang merupakan desa yang terletak di Kecamatan Teluk Sampit dan memiliki salahsatu potensi kelapa yg cukup banyak. Dalam memanfaatkan daging buah kelapa, biasanya air kelapadibuang begitu saja sebagai limbah. Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Sampitmelakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk memanfatkan limbah air kelapamenjadi produk yang bernilai ekonomis salah satunya yaitu produk kecap manis. Kegiatan pengabdianmasyarakat di Desa Basawang, dilakukan dengan dua metode yaitu penyuluhan dan pelatihan.Penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang pemanfaatan air kelapa menjadiproduk bernilai ekonomis dan cara pemasaran produk yang dihasilkan. Sedangkan pelatihan dilakukandengan cara demonstrasi secara langsung produk kecap manis. Produk kecap manis yang berasal darilimbah air kelapa memiliki kelebihan dari kecap manis produk kedelai yaitu; rasanya enak, bahan bakuyang digunakan merupakan limbah buangan yang tidak perlu dibeli, dan waktu produksi cepat. Kecapmanis yang dihasilkan dapat digunakan sendiri atau bisa dijadikan industri rumahan dalam upayameningkatkan kesejahteraan keluarga. Hasil pengabdian menunjukkan kecap berbahan limbah airkelapa yang dihasilkan warna dan rasa sangat baik, tapi dalam bentuk tekstur agak kental karena kurangpenyaringan.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum): (Di Kelurahan Kota Besi Hulu Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur) Mahesti Mahesti; Ekamonika Manihuruk
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v3i1.563

Abstract

This research was conducted in April 2024 in Kota Besi Hulu Village, Kota Besi Subdistrict, Kotawaringin Timur Regency. The research location was determined purposively. The objectives of this study were: (1) to analyze the characteristics of tomato farmers in Kota Besi Hulu Village, Kota Besi Subdistrict, Kotawaringin Timur Regency; and (2) to analyze the factors influencing tomato production in the same area. The sampling technique employed was a census (saturated sampling), in which all active tomato farmers who were members of farmer groups in Kota Besi Hulu Village were included as respondents. A total of 64 tomato farmers participated in this study. The data collected were analyzed using the Cobb–Douglas production function model. The results of the study in Kota Besi Hulu Village, Kota Besi Subdistrict, Kotawaringin Timur Regency, indicate important patterns in local farming practices based on data regarding land area, fertilizer use, seed use, pesticide use, and tomato production. The majority of farmers cultivated land ranging from 7,060.12 to 7,614.72 hectares, reflecting a tendency to manage relatively large farm areas. In terms of fertilizer application, most farmers used between 130.05 and 139.53 kilograms, suggesting a preference for higher input levels to achieve optimal yields. Regarding seed use, the dominant range was between 156.04 and 175.36 kilograms, which may contribute to better production outcomes. Pesticide application also showed a dominant pattern within the range of 4,001.72 to 4,878.76 liters, indicating farmers’ primary strategy in controlling pests and diseases.