Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan dan menginternalisasikan ajaran Islam kepada santri dalam lingkungan pondok yang sederhana agar mereka memiliki kemampuan agama dan berakhlak mulia yang bisa diterima masyarakat. Sejarah pondok pesantren di Indonesia berawal dari persoalan nyata kemasyarakatan. Hal ini dapat ditelusuri dari perjuangan wali songo di pulau Jawa yang secara historis dianggap sebagai tonggak sejarah berdirinya pesantren di Indonesia. Perjuangan mereka diawali dengan proses penataan masyarakat untuk menuju pada tatanan sosial politik yang damai. Pada tahapan ini mereka membuka kursus keagamaan yang terfokuskan pada persoalanpersoalan aqidah, akhlak dan tasawuf. Kehadiran pondok pesantren memiliki peran penting dalam lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat dikarenakan adanya tuntutan masyarakat akan kebutuhan keagamaan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk mendiskripsikan peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Muntadi-ien Wangandowo Bojong Kabupaten Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan Historis. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti obyek yang alamiah, (sebagailawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumenkunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien dalam meningkatkan nilai religius masyarakat selain dalam bentuk membekali santri dengan ilmu teori maupun praktik juga dengan mengajak masyarakat untuk belajar dan melakukan pembinaan keagamaan. Adapun kegiatan yang digagas Pondok Pesantren dalam rangka meningkatkan nilai keagamaan masyarakat sangat berpengaruh baik dengan antusias masyarakat sekitar pondok yang memiliki perubahan pesat sejak dialihfungsuikan sebuah café atau warung karaoke menjadi pondok pesantren Hidayatul Mubtadi-ien di desa Wangandowo Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan dan menginternalisasikan ajaran Islam kepada santri dalam lingkungan pondok yang sederhana agar mereka memiliki kemampuan agama dan berakhlak mulia yang bisa diterima masyarakat. Sejarah pondok pesantren di Indonesia berawal dari persoalan nyata kemasyarakatan. Hal ini dapat ditelusuri dari perjuangan wali songo di pulau Jawa yang secara historis dianggap sebagai tonggak sejarah berdirinya pesantren di Indonesia. Perjuangan mereka diawali dengan proses penataan masyarakat untuk menuju pada tatanan sosial politik yang damai. Pada tahapan ini mereka membuka kursus keagamaan yang terfokuskan pada persoalanpersoalan aqidah, akhlak dan tasawuf. Kehadiran pondok pesantren memiliki peran penting dalam lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat dikarenakan adanya tuntutan masyarakat akan kebutuhan keagamaan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk mendiskripsikan peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Muntadi-ien Wangandowo Bojong Kabupaten Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan Historis. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti obyek yang alamiah, (sebagailawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumenkunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Peran dan sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien dalam meningkatkan nilai religius masyarakat selain dalam bentuk membekali santri dengan ilmu teori maupun praktik juga dengan mengajak masyarakat untuk belajar dan melakukan pembinaan keagamaan. Adapun kegiatan yang digagas Pondok Pesantren dalam rangka meningkatkan nilai keagamaan masyarakat sangat berpengaruh baik dengan antusias masyarakat sekitar pondok yang memiliki perubahan pesat sejak dialihfungsuikan sebuah café atau warung karaoke menjadi pondok pesantren Hidayatul Mubtadi-ien di desa Wangandowo Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.