Maria Christiana Iman Kalis
Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Perubahan Pengenaan PPh Final UMKM Untuk Masyarakat Di Wilayah Perbatasan Negara Maria Christiana Iman Kalis; M Irfani Hendri; Dedi Haryadi
Jurnal Ekuilnomi Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ekuilnomi Vol 5 No 1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.621 KB) | DOI: 10.36985/ekuilnomi.v5i1.570

Abstract

PPh final UMKM sebesar 0,5 % merupakan terobosan untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak UMKM untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Sama seperti masyarakat lainnya, masyarakat perbatasan yang melakukan kegiatan usaha juga menjadi wajib pajak yang harus melaksanakan kewajiban perpajakannya. Ada fenomena yang menarik terutama di Pasar Serikin yang terletak di Kuching (Malaysia), dimana 90 persen pedagang disana berasal dari pedagang Indonesia seperti dari kabupaten Bengkayang. Hampir seluruh pedagang tersebut masih berstatus UMKM namun tidak dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan PPh final UMKM dikarenakan dengan aturan yang saat berlaku yakni PP nomor 55 tahun 2022, penghasilan yang diterima dari luar negeri dikecualikan sebagai objek pajak menurut PPh final UMKM, sehingga harus menggunakan PPh dengan ketentuan umum. Penggunaan PPh dengan ketentuan umum sungguh memberatkan WP UMKM di perbatasan negara yang melakukan usaha dagang di negara tetangga karena kerumitan, biaya pelaporan yang meningkat, dan potensi menanggung pajak yang jauh lebih tinggi dibandingkan penerapan PPh final UMKM. Untuk mengatasi masalah ini, penulis mengusulkan pemerintah dapat melakukan revisi atas PP nomor 55 tahun 2022 sehingga WP UMKM di perbatasan yang melakukan usaha di negara tetangga dapat dikenakan PPh final UMKM karena pada dasarnya kondisi mereka hampir sama dengan WP UMKM yang berjualan di dalam negeri. WP UMKM jika ingin mengembangkan usahanya dapat mengajukan pinjaman ke Lembaga keuangan yang sudah mensyaratkan adanya kepemilikan NPWP, dengan kewajiban perpajakan yang sudah rapi tentu memberikan ketenangan dan kenyamanan wajib pajak dalam menjalankan dan mengembangkan usaha
Compensation, Work-Life Balance, and Job Satisfaction Influencing Retention of Generation Z Fatimah Azzhara Al-Idrus; Heriyadi Heriyadi; Endah Mayasari; Maria Christiana Iman Kalis
Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Vol 6 No 4 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/simo.v6i4.4821

Abstract

Purpose: The research in this study aims to examine the effects of compensation and work-life balance on employee retention among Generation Z, with job satisfaction as a mediating variable. Methodology: The research employed a quantitative design by distributing structured questionnaires to Generation Z employees working in Indonesia’s private trade sector. A total of 200 valid responses were collected through random sampling. Data were analysed using Structural Equation Modeling (SEM) with the support of SmartPLS version 4 to assess both the measurement and structural models. Results: The findings reveal that Generation Z employees in Indonesia consider compensation and a dynamic work-life balance to be crucial factors in shaping job satisfaction and retention. This suggests that organizations should balance financial rewards with supportive work-life policies to retain young talent effectively. Conclusion: The conclusion this study delivers shows that compensation supports job satisfaction but does not necessarily ensure employee retention, whereas work-life balance has a stronger influence on Generation Z’s commitment. Integrating both provides guidance for HRM and supports the Indonesia Emas 2045 vision. Contribution: This study contributes to the literature on human resource management and generational workforce behavior, while providing practical strategies for retaining Generation Z employees in support of Indonesia Emas 2045. Limitation: This study is limited by its sample size of 200 respondents from the private trade sector, which may not fully represent the broader population of Generation Z employees in Indonesia.