Angelina Eva Lianasari, Angelina Eva
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI BATU BAUKSIT PULAU BINTAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON Lianasari, Angelina Eva
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.104 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.623

Abstract

Ketidaktersediaan bahan bangunan pembentuk beton sering kali menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dicari langkah-langkah penyelesaian yang dapat diambil dengan menggunakan potensi sumber daya alam yang tersedia di lokasi proyek pembangunan. Pulau Bintan dan sekitarnya, terdapat sumber alam batu bauksit yang tidak layak tambang dengan jumlah yang sangat besar, padahal bahan susun beton berupa kerikil alam (batu kali) yang sesuai persyaratan SNI tidak mudah diperoleh. Akibatnya potensi banyaknya batuan bauksit tidak layak pakai sebagai bahan pembentuk aluminium perlu diteliti kelayakannya sebagai material pengganti agregat kasar kerikil alam (batu kali).  Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan benda uji dibuat berbentuk silinder dengan diameter ±150 mm dan tinggi ±300 mm dengan variasi fas 0,40; 0,45 dan 0,50 yang  diuji kuat tekan dan modulus elastisitasnya pada saat usia beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum yang dapat dicapai beton dengan agregat kasar batu bauksit sebesar 30,24 MPa (untuk fas 0,4) dan modulus elastisitas 19759,52 MPa. Hasil penelitian juga menunjukkan sifat batu bauksit memiliki daya serap tinggi terhadap air mengakibatkan nilai slump yang lebih rendah dibandingkan beton normal namun masih memenuhi persyaratan SNI sehingga dalam pengerjaan beton segar tidak menyulitkan.
PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOL-UME FLY ASH (HVFA) DENGAN VARIASI UKURAN BUTIR MAKSIMUM AGREGAT Lianasari, Angelina Eva; Siahaan, Richardo Putra
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.207 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i2.3717

Abstract

Global warming is a serious environmental issue. Production process of Portland Cement (SP) contribute 5% of all carbon dioxide emissions, the main cause of global warming and making cement means making pollution. High Volume Fly ash (HVFA) concrete technology is one solution that can be offered to overcome this problem. HVFA concrete is a type of concrete made using high enough fly ash, which is more or equal to 50% by weight of cement. In this study, the use of fly ash (FA) as a cement replacement material is about 50%. One disadvantage of HVFA concrete is the low early strength or slower, so in this study HVFA concrete was made with coarse aggregate size to smaller. This study compared HVFA concrete beams with size of aggregates are 20 mm and 4.75 mm, the planed compressive strength (f’c) is 25 MPa. Fly ash will substituted by 50% of the weight of the cement and the addition of superplasticizer about 0.4% by weight of cement. The size of specimens for flexural capacity of reinforced concrete beams about 140 x 240 mm with a span of 2000 mm. The flexural strength test arrangement with two-point loading. And the results of the study showed an increase in flexural capacity of 13.38%.