Mendirikan konstruksi bangunan gedung diatas lapisan batu karang atau padas yang cukup tebal, boleh dikatakan kita sudah terbebaskan dari permasalahan pondasi sebab dengan adanya lapisan batu karang atau padas yang cukup tebal itu sendiri pada prinsipnya sudah merupakan suatu konstruksi pondasi yang ideal. Permasalahan pondasi baru akan timbul, apabila kita akan  mendirikan suatu  konstruksi bangunan diatas tanah  yang daya  dukungnya rendah Mendirikan  suatu  konstruksi  bangunan  yang  relati  cukup  berat  diatas  tanah  yang  daya dukungnya rendah, jelas akan merupakan suatu tantangan yang harus diatasi. Pada perencanaan pondasi  langsung  dengan  sistem  sistem  yang  lain,  kesemuanya  bertujuan  untuk  mengatasi tantangan diatas, yaitu besarnya beban disatu pihak dengan lemahnya daya dukung dilain pihak. Masing-masing sistem lahir dengan bentuk dan modifikasi sesuai dengan besar kecilnya tantangan yang harus diatasi. Pada sistem pondasi langsung yang sudah kita kenal selama ini masih terdapat berbagai  kekurangan  yang  dapat  disempurnakan,  baik  dari  segi  perencanaan,  effisiensi, pelaksanaan, maupun dari segi ekonomisnya. Berbagai sistem pondasi yang selalu dianggap biasa tersebut, sebenarnya masih dapat digali hal hal yang lebih dari biasa. Sistem kombinasi yang lahir sebagai sistem baru dengan bentuknya yang sederhana tersebut, kemudian diperkenalkan dengannama “Sistem Konstruksi sarang laba laba