Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Kb Alamiah Metode Amenore Laktasi di Klinik Bidan Kristina Perumnas Kalsim Kota Sidikalang Tahuan 2021 Risda Mariana Manik; Merlina Sinabariba; Pulsiola Natalia Simamora Pulsiola Natalia Simamora
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1: Periode Januari 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.669 KB) | DOI: 10.47709/healthcaring.v1i1.1248

Abstract

Metode Amenore Laktasi adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif artinya hanya diberikan ASI saja tanpa pemeberian makanan tambahan atau minuman apapun. (Srihandayani, 2018). Penggunaan kontrasepsi alamiah Metode Amenorea Laktasi (MAL) secara tidak langsung memberikan dampak pengurangan resiko kematian ibu akibat perdarahan pasca persalinan (Melyani,2017). Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Keuntungan MAL diantaranya efektivitas tinggi 98% dan tanpa biaya. Keuntungan untuk bayi yaitu bayi mendapatkan antibodi melalui ASI dan sebagai sumber asupan gizi untuk tumbuh kembang bayi Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Bangetayu, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 dari 12 ibu hamil trimester III belum pernah mendapatkan penyuluhan atau informasi tentang metode amenorea laktasi (MAL). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini di tentukan dengan teknik metode Accidental Sampling dengan jumlah sampel 20 orang. Dari hasil penelitian ini berdasarkan pengetahuan ibu menyusui sebahagian besar berpengatahuan cukup, pendidikan SMA sebanyak 11 orang (55%), berpendidikan SMA sebanyak 10 orang (50%) dan mayoritas pekerjaan sebagai Petani sebanyak 11 orang (55%) berpengetahuan baik. Saran kepada tenaga kesehatan agar dapat menerapkan metode Alamiah Amenore Laktasi kepada ibu yang menyusui dan kepada peneliti selanjutnya supaya menjadi masukan untuk menambah wawasan, informasi dan panduan dalam penelitian lebih lanjut tentang KB Alamiah Metode Amenore Laktasi (MAL).
Gambaran Pengetahuan Tentang Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Umur 19-20 Tahun Di Fakultas Keguruan PGSD Universitas Katolik Santo Thomas Medan Tahun 2025 Risda Mariana Manik; Natasya Pandiangan; R.Oktaviance.S; Anita Veronika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3758

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global yang sering terjadi pada remaja putri akibat kehilangan darah saat menstruasi dan kebutuhan zat besi yang meningkat. Tablet tambah darah (TTD) menjadi intervensi utama dalam pencegahan anemia, namun kepatuhan konsumsi masih rendah yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang tablet tambah darah pada remaja putri umur 19-20 tahun di Fakultas Keguruan PGSD Universitas Katolik Santo Thomas Medan tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 191 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang terdiri dari 18 pertanyaan multiple choice untuk mengukur pengetahuan berdasarkan tiga aspek: definisi, manfaat, dan cara mengonsumsi tablet tambah darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang definisi tablet tambah darah mayoritas responden berada pada kategori cukup (47,1%), pengetahuan tentang manfaat tablet tambah darah mayoritas responden berpengetahuan baik (50,2%), sedangkan pengetahuan tentang cara mengonsumsi tablet tambah darah mayoritas responden berpengetahuan cukup (39,8%) dengan 33,5% berpengetahuan kurang. Aspek cara mengonsumsi menunjukkan hasil paling rendah dibandingkan aspek lainnya, mengindikasikan kurangnya pemahaman praktis tentang prosedur konsumsi yang benar. Kesimpulan Pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah masih bervariasi dengan kecenderungan berada pada kategori cukup hingga baik. Meskipun pemahaman teoretis tentang manfaat relatif baik, namun pengetahuan aplikatif masih terbatas, sehingga diperlukan intervensi edukasi yang lebih komprehensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dalam upaya pencegahan anemia defisiensi besi