Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INFEKSI HERPES PADA IBU HAMIL DI DESA TELO KECAMATAN BATANGTORUKABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2023 Efrida Yanti; Amvina Ana
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.949 KB) | DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2075

Abstract

World Health Organization (WHO Epidemiologi herpes genital mencapai angka 417 juta orang terinfeksi oleh HSV 2 di dunia dengan rentang usia 15–49 tahun. Sedangkan HSV 1 menyerang 3.709 juta orang dengan rentang usia 0–49 tahun. Jika ibu mengalami penyakit herpes saat menjalani kehamilan di trimester pertama, kondisi ini dapat memicu keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang infeksi herfes. Penelitian ini menggunakan   rancangan  kuantitatif dengan desain diskriptif. Sampel ini dilakukan dengan accidental sampling. penelitian ini adalah seluruh  ibu hamil dengan jumlah 15 orang. Jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder.  Dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang infeksi herpes pada ibu hamil adalah  berpengetahuan cukup. Saran bagi petugas kesehatan memberikan informasi yang lebih jelas baik merupakan penyuluhan maupun pendidikan kesehatan mengenai Infeksi Herpes. Sarankan bagi responden agar meningkatkan pengetahuannya khususnya Pengetahuan Infeksi Herpes Pada Ibu Hamil.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Pada Balita di Posyandu Teratai 1 Kota Padangsidimpuan Amvina Ana; Meilinda Widyastuti H; Fitria Lely Effina Batubara
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 2 (2022): Artikel Pengabdian Volume 1 Nomor 2, Juli 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tercatat satu dari tiga anak di dunia meninggal setiap tahun akibat buruknya kualitas nutrisi. Sebuah riset juga menunjukkan setidaknya 3,5 juta anak meninggal tiap tahun karena kekurangan gizi serta buruknya kualitas makanan [2]. Sebanyak 190 juta bayi dan anak prasekolah diperkirakan kekurangan vitamin dan sebanyak 293 juta anak dalam kelompok usia yang sama mengalami anemia. Tercatata oleh WHO pada tahun 2011 banyak balita dan anak-anak pada negara berkembang yang kekurangan gizi mikro, khususnya zat besi dan vitamin A. Bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan berkaitan dengan gizi gizi mikronutrien, mengingat tingginya asupan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan untuk mendukung pertumbuhan mereka. Kecukupan nutrisi dapat sebetulnya dapat diperoleh dari makanan utuh atau yang berbasis dari tanaman yang menyediakan gizi mikro kunci yang mencukupi yang direkomendasikan untuk anak usia 6-23 bulan [4]. Pengabdian masyarakat tentang gizi pada balita, kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2021 di Posyandu Teratai 1 Kota Padangsidimpuan. Pukul 10.00 WIB s.d selesai. Kegiatan pemberian edukasi tentang Gizi pada balita ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pengabdian akan status dan indikator gizi anak, klasifikasi gizi anak, faktor yang mempengaruhi dan dampak gizi anak. Kegiatan ini diikuti 37 peserta, pada pelaksanaan penyuluhan, pemateri sekaligus melakukan evaluasi dengan cara melakukan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Keywords: Vaksinasi, Covid-19
Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Pada Balita di Posyandu Teratai 1 Kota Padangsidimpuan Amvina Ana; Meilinda Widyastuti H; Fitria Lely Effina Batubara
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 1 (2022): Artikel pengabdian Volume 1 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercatat satu dari tiga anak di dunia meninggal setiap tahun akibat buruknya kualitas nutrisi. Sebuah riset juga menunjukkan setidaknya 3,5 juta anak meninggal tiap tahun karena kekurangan gizi serta buruknya kualitas makanan [2]. Sebanyak 190 juta bayi dan anak prasekolah diperkirakan kekurangan vitamin dan sebanyak 293 juta anak dalam kelompok usia yang sama mengalami anemia. Tercatata oleh WHO pada tahun 2011 banyak balita dan anak-anak pada negara berkembang yang kekurangan gizi mikro, khususnya zat besi dan vitamin A. Bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan berkaitan dengan gizi gizi mikronutrien, mengingat tingginya asupan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan untuk mendukung pertumbuhan mereka. Kecukupan nutrisi dapat sebetulnya dapat diperoleh dari makanan utuh atau yang berbasis dari tanaman yang menyediakan gizi mikro kunci yang mencukupi yang direkomendasikan untuk anak usia 6-23 bulan [4]. Pengabdian masyarakat tentang gizi pada balita, kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2021 di Posyandu Teratai 1 Kota Padangsidimpuan. Pukul 10.00 WIB s.d selesai. Kegiatan pemberian edukasi tentang Gizi pada balita ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pengabdian akan status dan indikator gizi anak, klasifikasi gizi anak, faktor yang mempengaruhi dan dampak gizi anak. Kegiatan ini diikuti 37 peserta, pada pelaksanaan penyuluhan, pemateri sekaligus melakukan evaluasi dengan cara melakukan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan.