Agustari Agustari
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENANGANI DAMPAK SAMPAH DI LINGKUNGAN PESISIR MELALUI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI DESA JURU SEBERANG) Agustari Agustari
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 1 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i1.8940

Abstract

ABSTRAKPersoalan sampah memang masih menjadi permasalahan yang sering dihadapi hampir diseluruh wilayah daerah, namun yang menjadi perhatian lebih adalah daerah yang berbatasan langsung dengan pesisir laut. Desa Juru Seberang merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berbatasan langsung dengan pesisir laut. Kebiasaan dan pola perilaku masyarakat yang sering membuang sampah ke laut masih menjadi persoalan utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pemerintah Desa dalam menangani dampak persoalan sampah di lingkungan pesisir, dan mengetahui faktor-faktor penghambat dalam implementasi pelaksanaannya. Penting untuk melibatkan Pemerintah Desa sebagai pemerintah yang paling dekat posisinya dengan rakyat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, dan untuk mendapatkan data, peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada pihak pemerintah desa, serta masyarakat dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran Pemerintah Desa belum optimal dalam pelaksanaan implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah. Adapun yang menjadi faktor-faktor penghambat dalam proses pelaksanaannya adalah faktor dari pemerintah desa, masyarakat, dan sarana-prasarana.Kata Kunci: Pemerintah Desa; Pengelolaan Sampah; Lingkungan Pesisir; Peraturan Daerah
Analisis Isu Islamophobia Di Jerman: Studi Kasus Muhammadiyah Sebagai Organisasi Gerakan Islam Modernis Indonesia Agustari Agustari
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 14 No. 1 (2023): Dakwah And Islamic Civilization
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v14i1.3097

Abstract

The case of Islamophobia is one of the cases that is often reported in the German media, which is closely related to the failure of multiculturalism politics which has an impact on the emergence of a negative stigma against Islam. Being a Western country with the largest Muslim population in Europe with a total of approximately 5.3 to 5.6 million people, based on data from the Federal Office for Migration and Refugees (BAMF) in 2021, the German government's policy towards Muslim immigrants is very exclusive and limited. Despite the many negative stigmas, Islam has been transformed into one of the major entities whose existence is considered. Muhammadiyah is one of the Islamic organizations in Indonesia that has diasporaized the "Modernist Islam" missionary movement in Germany. Through the modernist Islamic diaspora, Muhammadiyah seeks to explore the issue of Islamophobia by developing a da'wah movement through real programs to raise the positive image of Islam in German society. The method used in this research is a descriptive qualitative approach, which involves conducting a literature review, where all the data used in this study uses secondary data, which includes books, theses, theses, articles, journals, and various news related to this research. The results of this study illustrate that the modernist Muhammadiyah Islamic diaspora in Germany has had quite a positive impact in efforts to minimize the negative stigma of Islamophobia in Germany.