Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RELIGIUSITAS SAJRONE NOVEL KUPU WENGI MBANGUN SWARGA ANGGITANE TULUS S Kakasya Alya harimurti; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.025 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Abstrak Sawijine karya sastra sing becik bisa menehi kawruh ngenani saperangan bab sing ana ing njero uripe manungsa mligine urip manungsa sing nduweni sambung rapet karo bab kareligiusitasan. Akehe saperangan karya sastra sing nggambarake unsur religiusitas disebabake saka rapete hubungan antarane karya sastra lan religiusitas. Sawijine karya sastra bisa menehi gambaran ngenani uripe manungsa ing saben dinane, jangkep karo perkara lan rubeda sing dialami manungsa kayata tumindak sedheng, korupsi, konflik sosial, lan sapanunggalane. Padha dene novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S uga ngandhut ngenani unsur religiusitas. Religiusitas sing dirembug ana ing njero panliten iki yaiku ngenani religiusitas langsung lan religiusitas ora langsung sing digambarake ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Panliten iki nggunakake metodhe deskriptif kualitatif. Pendhekatan sing digunakake yaiku pendhekatan sosiologi sastra. Dhata sing digunakake ing njero panliten iki awujud pethikan tembung, ukara sarta dhialog antar paraga sing ana ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Sumber dhata sing digunakake ing njero panliten iki dijupuk saka novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Teknik nglumpukake dhata sing digunakake ing panliten iki yaiku studi dokumentasi awujud teks novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Ancas panliten iki yaiku kanggo ngandharake gambaran religiusitas sing ana ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Asil saka panliten ngenani bab religiusitas sajrone novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S diperang dadi rong rembugan antarane (1) Wujud tumindak religiusitas otentik sajrone novel yaiku iman, eling marang Gusti, pasrah, urip rukun lan bekti marang wong tuwa (2) Wujud tumindak religiusitas agamis sajrone novel yaiku sembahyang, ngaji, ibadah haji, lan sodakoh. Rong rembugan kasebut nggambarake ngenani upaya kang ditindakake manungsa supaya luwih cedhak marang Gusti kang Maha Kuwasa. Tembung Wigati: religiusitas, religiusitas langsung, religiusitas ora langsung, lan novel KWMS.
Dekonstruksi Feminitas Dalam Novel Jemini Karya Suparto Brata (Kajian Dekonstruksi Jaques Derrida) Cinthya Maulita Widyantoro; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.626 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p154-176

Abstract

AbstrakNovel Jemini adalah salah satu hasil karya Suparto Brata yang menceritakan tentang tokoh wanita yang melakukan tindakan yang menyimpang dari kodrat seorang wanita. Contohnya tokoh yang bernama Jemini yang mempunyai sifat dan tindakannya seperti laki-laki, dia senang bermain kesana kemari dan tidak mengerti pekerjaan didapur. Sifat yang tidak sesuai tersebut mempunyai arti yang tidak tertulis yang bisa menumbuhkan pemikiran baru terhadap pembaca. Berdasarkan tindakan dan sifat tokoh Jemini tersebut, maka dari itu penelitian ini akan diteliti dengan menggunakan teori Dhekonstruksi Jaques Derrida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk nilai feminitas didalam novel Jemini karya Suparto Brata dan untuk mengetahui wujud dhekonstruksi yang terkandung didalam novel Jemini karya Suparto Brata supaya menambah wawasan pembaca tentang nilai feminitas dan teori dhekonstruksi. Penelitian ini menggunakan teori dhekonstruksi Jaques Derrida yaitu teori yang membahas oposisi binner dan akan menimbulkan pemikiran atau gagasan baru didalam karya sastra. Penelitian ini akan mengangkat seseorang yang mempunyai sifat kebalikannya dari sifat feminitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan tokoh Jemini yang terlihat mempunyai sifat dan tindakan yang buruk, tetapi sebenarnya tokoh Jemini tersebut mempunyai harapan yang besar untuk mewujudkan rasa bebas terhadap wanita terutama unruk dirinya sendiri. Tokoh Jemini tersebut memberikan contoh sebagai wanita harus mempunyai sifat pemberani dalam menghadapi keadaan yang membuatnya susah. Sebenarnya tindakan Jemini tersebut untuk mewujudkan harapannya memiliki kehidupan yang lebih makmur.Kata Kunci : Dekonstruksi, Feminitas, Maskulintas, Oposisi Binner
KDRT TERHADAP WANITA DALAM NOVEL SULI KARYA YES ISMIE SURYAATMAJA (KAJIAN FEMINISME) Wibawani, Agni Ageng; Yunita Ernawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v8i3.13419

Abstract

Abstrak Fenomena kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan merupakan isu sosial yang masih marak terjadi, khususnya dalam masyarakat yang menganut budaya patriarki. Novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja menjadi representasi literer dari bentuk-bentuk kekerasan yang dialami perempuan dalam ruang domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wujud kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh tokoh utama perempuan dalam novel Suli, serta menganalisisnya melalui pendekatan feminisme liberal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks berdasarkan data primer berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Suli mengalami dua bentuk utama kekerasan dalam rumah tangga, yaitu kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Kekerasan fisik ditunjukkan melalui pemukulan, penamparan, dan penganiayaan oleh suaminya, Harwadi, sedangkan kekerasan verbal hadir dalam bentuk manipulasi, ancaman, dan ujaran merendahkan. Kekerasan tersebut mencerminkan ketimpangan relasi gender yang menempatkan perempuan sebagai pihak subordinat yang tidak memiliki kuasa dalam rumah tangga. Namun, tokoh Suli mengalami transformasi melalui keterlibatannya dalam dunia kesenian kethoprak yang memberinya ruang untuk bangkit dan membangun kembali harga dirinya. Dengan demikian, novel Suli tidak hanya menjadi refleksi atas ketidakadilan gender, tetapi juga menjadi sarana kritik sosial dan suara perlawanan perempuan terhadap penindasan dalam rumah tangga. Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Feminisme, Patriarki Article History Received: Juli 2025 Reviewed: Juli 2025 Published: Juli 2025 Plagirism Checker: No 235 Prefix DOI : 10.8734/Argopuro.v1i2.365 Copyright : Author Publish by : Argopuro This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License
MASKULINITAS TOKSIK DALAM NOVEL RAYAP KAYU CENDHANA KARYA TULUS SETIYADI (TEORI MASKULINITAS RAEWYN CONNELL) Khoiroh, Siti Ummul; Yunita Ernawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v8i3.13420

Abstract

Tindakan maskulinitas toksik yang dilakukan pria terhadap wanita atau terhadap pria juga menjadi salah satu persoalan yang dibahas oleh para penulis novel. Salah satu novel yang membahas mengenai tindakan maskulinitas toksik terhadap wanita ataupun pria yaitu novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi dengan judul “Rayap Kayu Cendhana”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja wujud-wujud dari tindakan maskulinitas toksik, apa saja penyebab yang dapat menyebabkan muculnya tindakan maskulinitas toksik serta akan membahas apa saja dampak yang bisa ditimbulkan dari adanya tindakan maskulinitas toksik tersebut. Tiga persoalan tersebut akan dibedah dengan menggunakan teori maskulinitas yang dijelaskan oleh Raewyn Connell. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Serta sumber data berupa novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi yang berjudul “Rayap Kayu Cendhana”. Data penelitian berupa teks, kata, kalimat, narasi, dan dialog dari novel “Rayap Kayu Cendhana” yang berkaitan dengan tindakan maskulinitas toksik. Pada penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrument utama. Tata cara pengumpulan data dengan studi pustaka dengan cara membaca serta memahami isi dalam novel, inventarisasi data, klasifikasi data. Tata cara analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara menentukan dan menganalisis kutipan yang ada pada novel. Hasil dari penelitian ini menjelaskan 3 bagian berdasarkan rumusan masalah dan tujuan. Pertama, wujud tindakan maskulinitas toksik yang dilakukan terhadap wanita maupun pria dalam novel antara lain; manipulatif, playing victim, victim blaming, subordinasi dan dominasi. Kedua, hal yang menyebabkan tindakan maskulinitas toksik adalah karena adanya pengaruh dari pertemanan serta adanya faktor dari keadaan atau faktor kemiskinan. Ketiga, tindakan maskulinitas toksik tersebut dapat menjadikan adanya gangguan kesehatann mental terhadap orang yang mengalami tindakan maskulinitas toksik tersebut. Berdasarkan ringkasan tersebut menunjukkan bahwa tokoh Bambang dalam novel tersebut melakukan berbagai tindakan yang tergolong tindakan maskulinitas toksik dikarenakan adanya keinginan dalam dirinya serta adanya dukungan dari teman dan juga karena keadaan yang membuat dirinya melakukan tindakan tersebut kepada orang lain. Tindakan maskulinitas toksik tersebut perlu ditangani dengan baik agar tidak menyebabkan permasalahan lagi di masyarakat. Kata Kunci: Maskulinitas, toksik, hegemonik, kesetaraan gender.
KDRT TERHADAP WANITA DALAM NOVEL SULI KARYA YES ISMIE SURYAATMAJA (KAJIAN FEMINISME) Wibawani, Agni Ageng; Yunita Ernawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v8i3.13419

Abstract

Abstrak Fenomena kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan merupakan isu sosial yang masih marak terjadi, khususnya dalam masyarakat yang menganut budaya patriarki. Novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja menjadi representasi literer dari bentuk-bentuk kekerasan yang dialami perempuan dalam ruang domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wujud kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh tokoh utama perempuan dalam novel Suli, serta menganalisisnya melalui pendekatan feminisme liberal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks berdasarkan data primer berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Suli mengalami dua bentuk utama kekerasan dalam rumah tangga, yaitu kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Kekerasan fisik ditunjukkan melalui pemukulan, penamparan, dan penganiayaan oleh suaminya, Harwadi, sedangkan kekerasan verbal hadir dalam bentuk manipulasi, ancaman, dan ujaran merendahkan. Kekerasan tersebut mencerminkan ketimpangan relasi gender yang menempatkan perempuan sebagai pihak subordinat yang tidak memiliki kuasa dalam rumah tangga. Namun, tokoh Suli mengalami transformasi melalui keterlibatannya dalam dunia kesenian kethoprak yang memberinya ruang untuk bangkit dan membangun kembali harga dirinya. Dengan demikian, novel Suli tidak hanya menjadi refleksi atas ketidakadilan gender, tetapi juga menjadi sarana kritik sosial dan suara perlawanan perempuan terhadap penindasan dalam rumah tangga. Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Feminisme, Patriarki Article History Received: Juli 2025 Reviewed: Juli 2025 Published: Juli 2025 Plagirism Checker: No 235 Prefix DOI : 10.8734/Argopuro.v1i2.365 Copyright : Author Publish by : Argopuro This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License
MASKULINITAS TOKSIK DALAM NOVEL RAYAP KAYU CENDHANA KARYA TULUS SETIYADI (TEORI MASKULINITAS RAEWYN CONNELL) Khoiroh, Siti Ummul; Yunita Ernawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v8i3.13420

Abstract

Tindakan maskulinitas toksik yang dilakukan pria terhadap wanita atau terhadap pria juga menjadi salah satu persoalan yang dibahas oleh para penulis novel. Salah satu novel yang membahas mengenai tindakan maskulinitas toksik terhadap wanita ataupun pria yaitu novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi dengan judul “Rayap Kayu Cendhana”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja wujud-wujud dari tindakan maskulinitas toksik, apa saja penyebab yang dapat menyebabkan muculnya tindakan maskulinitas toksik serta akan membahas apa saja dampak yang bisa ditimbulkan dari adanya tindakan maskulinitas toksik tersebut. Tiga persoalan tersebut akan dibedah dengan menggunakan teori maskulinitas yang dijelaskan oleh Raewyn Connell. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Serta sumber data berupa novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi yang berjudul “Rayap Kayu Cendhana”. Data penelitian berupa teks, kata, kalimat, narasi, dan dialog dari novel “Rayap Kayu Cendhana” yang berkaitan dengan tindakan maskulinitas toksik. Pada penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrument utama. Tata cara pengumpulan data dengan studi pustaka dengan cara membaca serta memahami isi dalam novel, inventarisasi data, klasifikasi data. Tata cara analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara menentukan dan menganalisis kutipan yang ada pada novel. Hasil dari penelitian ini menjelaskan 3 bagian berdasarkan rumusan masalah dan tujuan. Pertama, wujud tindakan maskulinitas toksik yang dilakukan terhadap wanita maupun pria dalam novel antara lain; manipulatif, playing victim, victim blaming, subordinasi dan dominasi. Kedua, hal yang menyebabkan tindakan maskulinitas toksik adalah karena adanya pengaruh dari pertemanan serta adanya faktor dari keadaan atau faktor kemiskinan. Ketiga, tindakan maskulinitas toksik tersebut dapat menjadikan adanya gangguan kesehatann mental terhadap orang yang mengalami tindakan maskulinitas toksik tersebut. Berdasarkan ringkasan tersebut menunjukkan bahwa tokoh Bambang dalam novel tersebut melakukan berbagai tindakan yang tergolong tindakan maskulinitas toksik dikarenakan adanya keinginan dalam dirinya serta adanya dukungan dari teman dan juga karena keadaan yang membuat dirinya melakukan tindakan tersebut kepada orang lain. Tindakan maskulinitas toksik tersebut perlu ditangani dengan baik agar tidak menyebabkan permasalahan lagi di masyarakat. Kata Kunci: Maskulinitas, toksik, hegemonik, kesetaraan gender.