Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL PRAU LAYAR ING KALI CODE DAN PRAU LAYAR ING KALI OPAK KARYA BUDI SARDJONO (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Imro’atul Khasanah; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.758 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Abstrak Novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sardjono merupakan salah satu karya sastra sebagai wujud kebudayaan Jawa yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa masih mematuhi kepercayaan terhadap mitos dan mistik. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini akan membahas tentang mitos, mistik, pengaruh kepercayaan mitos dan mistik dalam novel, dan pendapat masyarakat Jawa terhadap mitos dan mistik. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah antropologi sastra. Sumber data primer adalah novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak, sedangkan sumber data sekunder yakni pendapat masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian (1) kepercayaan masyarakat Jawa terhadap mitos yaitu gugon tuhon yang disandikan dan gugon tuhon larangan, legenda Ki Ageng Pemanahan, legenda Kanjeng Ratu Kidul, dan legenda Panembahan Senopati, pralambang hewan dan keadaan, serta sirikan, (2) kepercayaan mistik yaitu makhluk halus, wangsit, tirakat, benda sakti, sesaji, ilmu gaib produktif dan ilmu gaib protektif, (3) pengaruh positif terhadap kepercayaan mitos dan mistik lebih berhati-hati dalam bertindak, sedangkan pengaruh negatif yaitu bertindak semena-mena, dan (4) pendapat masyarakat Jawa dalam penelitian ini berdasarkan pekerjaan, agama, dan sesepuh. Simpulan dari pendapat masyarakat tersebut yaitu kepercayaan mitos dan mistik merupakan perwujudan pembelajaran mengenai kehidupan yang menjadi peninggalan leluhur sebagai warisan yang perlu dilestarikan. Kata kunci: kepercayaan, masyarakat Jawa, mitos, mistik.
Gaya Bahasa Retoris Geguritan Karya Yusuf Susilo Hartanto dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2023 (Kajian Stilistika) Nuzulul Ilya Burhanniddawam; Yunita Ernawati
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 3 (2025): Vol 21 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n3.p77-92

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini akan meneliti gaya bahasa retoris apa saja yang terdapat pada tiga geguritan karya Yusuf Susilo Hartanto dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2023. Geguritan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ing Jaman Kebo Nyusu Gudel, Alu Lumpang Lingga Yoni, dan Seprapat Abad Reformasi. Dengan dilakukannya penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa retoris dalam geguritan karya Yusuf Susilo Hartanto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan rangkaian reduksi data, penyanjian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukan beberapa gaya bahasa retoris yang terdapat dalam geguritan Yusuf Susilo Hartanto yaitu aliterasi, asonasi, asindeton, hiperbol, paradoks, eufemismus, erotesis, apostrof, pleonasme, dan tautology. Dan dari ketiga geguritan tersebut, Seprapat Abad Reformasi menjadi geguritan yang paling dominan mengandung beberapa gaya bahasa retoris. Kata Kunci : Geguritan, Gaya Bahasa Retoris, Stilistika
Mitos Dan Mistisisme Sebagai Sistem Simbol Budaya Dalam Cerita Pendek Jaya Baya Ihya' Widhyatma Hudaya; Yunita Ernawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2279

Abstract

Fenomena pada masyarakat Jawa yang sering dilakukan yaitu praktik kebudayaan mitos dan mistis. Permasalahan yang timbul dari fenomena tersebut adalah banyaknya rasa ketidakpercayaan terhadap praktik kebudayaan tersebut, karena dianggap tradisional. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui wujud representasi mitos dan mistis dalam cerpen dan menganalisis fungsi kultural dan makna simbolik berdasarkan kerangka antropologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang dilakukan adalah mengklasifikasikan data, menyajikan data, dan menarik sebuah kesimpulan dari data-data yang digunakan. Penelitian ini mengasilkan sebuah pembahasan yang dapat disimpulkan bahwa, cerita pendek yang terdapat dalam majalah Jaya Baya terdapat beberapa yang terdapat unsur praktik kebudayaan mitos dan mistis. Praktik kebudayaan tersebut kerap ditemukan dalam sebuah simbol yang sering disebut dengan gugon tuhon. Bentuk yang paling dominan dalam cerita pendek yang digunakan adalah praktik kebudayaan mitos. Mitos yang sering ditemukan dan menjadi pembahasan yang paling dominan yakni mengenai gugon tuhon dalam masyarakat Jawa.