Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN CEGAH KECEMASAN DAN STRES KEPADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID-19 DI SMP BUDI MULIA, BOGOR Yunita Astriani Hardayati; Hany Wihardja
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v5i1.3301

Abstract

Covid-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 virus and has become a global pandemic due to it’s rapid spread. Every citizen is required to limit mobility to prevent the spread of disease. The learning system from home is one of the government’s strategies to prevent the spread in the age group of children and adolescents. Changes in the learning system have positive and negative impacts on students. The negative impact that can arise is feelings of stress in adolescents and if not managed properly it can escalate into a state of severe anxiety to panic. SMP Budi Mulia fully applies online learning methods for students. The solution that we can offer so that students can learn effectively is education to prevent anxiety and stress. This community service aims to improve the knowledge and skills of SMP Budi Mulia students to manage the anxiety and stress. The method used is a persuasive participatory method with education and practice activities through the Zoom Cloud Meeting platform. The results that have been achieved are increasing knowledge of the concepts of anxiety and stress, identifying anxiety levels using SRQ and HAM-A instruments and increasing stress prevention skills in adolescents. This education is very important for adolescents focusing on mental health to support their physical health and quality of life.
Efektivitas Teknik Mindfulness Metode STOP dalam Menurunkan Gejala Risiko Perilaku Kekerasan: Analisis Berdasarkan Etiologi Gabriela Rosario Asriviananda; Yunita Astriani Hardayati
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.732

Abstract

Risk for Other-Directed Violence (RODV) is a critical issue in psychiatric nursing that requires rapid emotional regulation. The STOP mindfulness technique (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) is a cognitive approach to enhancing patients' self-awareness in managing anger. However, its effectiveness may vary depending on the etiology of RODV. To describe the application of the STOP mindfulness technique in reducing signs and symptoms in RODV patients. This case report design involving four RODV patients. Subjects were categorized into two groups: the Core Problem group  and the Effect group due to hallucinations. The intervention consisted of six sessions, including three 20-minute STOP training sessions. Evaluation instruments included RODV sign and symptom observation sheets administered before and after the intervention. The core problem group showed a significant reduction in symptoms with 3 points. Conversely, the effect group showed less significant improvement with 2-3 points. The STOP mindfulness technique is highly effective for RODV patients without sensory perception disorders. In RODV patients driven by hallucinations, the intensity of hallucinations acts as a primary barrier to achieving mindfulness. Nurses are advised to stabilize hallucinatory symptoms prior to administering STOP cognitive interventions for optimal outcomes.
Efektivitas Manajemen Stres Multipel terhadap Stres, Burn Out dan Risiko Gangguan Mental Emosional pada Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan : Effectiveness of Multiple Stres Management Techniques on Stres Scale, Burn Out and Mental Emotional Disorder Risk in Postgraduate Nursing Students Yunita Astriani Hardayati; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Safra Ria Kurniati; Mutianingsih; Siti Hajar Salawali; Budi Anna Keliat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3520

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan hal yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana terutama berkaitan dengan penampilan akademik. Paparan terhadap stres yang berlebihan tanpa kemampuan koping dan manajemen stres yang tepat bisa membuat mahasiswa mengalami gangguan kesehatan psikologis yang lebih serius seperti depresi hingga bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program manajemen stres yang dilakukan pada mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-post test control group design. Sampel penelitian merupakan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti dan tidak mengikuti mata kuliah manajemen sebanyak 74 mahasiswa. 3 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres, SRQ-20, dan Burn Out Self Test. Analisis dilakukan menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Teknik manajemen stres yang diberikan kepada kelompok intervensi secara signifikan mampu menurunkan tingkat stres (p value 0,002), menurunkan skala burn out (p value 0,003) dan menurunkan tanda gejala gangguan mental emosional (p value 0,003). Sementara pada kelompok kontrol justru menunjukkan peningkatan skala stres dari skor rata-rata 161,14 menjadi 186,27, peningkatan skala burn out dari skor 28,27 menjadi 29,08 dan peningkatan tanda gejala gangguan mental emosional dari skor 3,19 menjadi 4,14. Kesimpulan: Manajemen stres multipel efektif diterapkan untuk menurunkan stres akademik mahasiswa program pascasarjana. Manajemen stres multipel direkomendasikan untuk diterapkan di perguruan tinggi untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa terutama berkaitan dengan stres akademik.
Edukasi Pencegahan Stunting dan Optimalisasi Kader Posyandu Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, NTT Yunita Astriani Hardayati; Tasqia Sekar P M; Tuti Asrianti Utami
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26560

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a priority public health issue in Indonesia, including in Ngada Regency, East Nusa Tenggara, with a prevalence of 8.3% in 2024. Posyandu cadres serve as frontline agents for early detection and nutrition education at the community level. To improve knowledge and skills of Posyandu cadres in Riung Sub-district on stunting prevention through nutrition education, early detection, and local-food-based supplementary food processing. Community service (PKM) was conducted using counselling, training, and mentoring methods for 21 Posyandu cadres on 30 July 2025 at Riung Sub-district Hall. Evaluation used pre-test/post-test and observation of anthropometric measurement skills. Mean knowledge score increased from 8.7 (pre-test) to 9.6 (post-test), a 10.3% improvement. All 21 cadres demonstrated competence in measuring height and mid-upper arm circumference (MUAC).  Community-based education proves effective in strengthening Posyandu cadres as frontline stunting prevention agents. Continuous mentoring, distribution of educational media (posters, videos) at Posyandu, and cross-sector partnerships (Puskesmas, sub-district, cadres) are needed to ensure program sustainability. Keywords: Early Detection, Nutrition Education, Posyandu Cadres, Stunting Prevention.  ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan prevalensi 8,3% pada tahun 2024 (BPS, 2024). Kader Posyandu berperan strategis sebagai garda terdepan deteksi dini dan edukasi gizi di tingkat komunitas. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Kecamatan Riung dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi, deteksi dini, dan pengolahan makanan tambahan berbahan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap 21 kader Posyandu pada 30 Juli 2025 di Aula Kecamatan Riung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan pengukuran antropometri. Rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 8,7 (pre-test) menjadi 9,6 (post-test), atau peningkatan 10,3%. Seluruh 21 kader mampu melakukan pengukuran tinggi badan dan lingkar lengan atas (LiLA) secara mandiri. Edukasi berbasis komunitas terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting. Diperlukan pendampingan berkelanjutan, distribusi media edukasi (poster, video) di Posyandu, serta penguatan kemitraan lintas sektor (Puskesmas, kecamatan, kader) untuk menjaga keberlanjutan program. Kata Kunci: Deteksi Dini, Edukasi Gizi, Kader Posyandu, Pencegahan Stunting