Darmawati
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

دراسة تحليلية عن مشكلات قراءة النصوص العربية لطالبات المدرسة المتوسطة الإخوان توفويو Nur Fadilah Amin; Sarah Mutmainnah Putri; Darmawati
Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v5i1.1566

Abstract

This study aims to determine difficulty of reading Arabic texts, determine the supporting and inhibiting factors in reading Arabic texts, and Find out the teacher's efforts in overcoming the difficulties of Eighth Grade Students of Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan Topoyo, Mamuju Tengah, West Sulawesi in reading Arabic texts. This study uses a qualitative approach with interview, observation and documentation as data collectiob methode. The results of this study indicate that in reading Arabic texts, the difficulties that are often experienced by students are: 1) Linguistic difficulties which include aswat difficulties, difficulties in how to read harakat fathah, kasroh, and dommah. Students also have difficulty in vocabulary because of the lack of memorization of mufrodat, and the last is difficulty in terms of meaning. 2) Supporting factors in reading Arabic texts are if the students live in dormitories and students' interest in learning is quite high, while the inhibiting factors are teaching methods that are less varied, media or infrastructure that is not complete. 3) The efforts made by the teacher to overcome the problem are trying new breakthroughs such as alternative methods, then the teacher also tries to always motivate and encourage students to like Arabic, as well as implementing the routine of reading the Qur’an before lessons start.
دراسة تحليلية عن مشكلات قراءة النصوص العربية لطالبات المدرسة المتوسطة الإخوان توفويو Nur Fadilah Amin; Sarah Mutmainnah Putri; Darmawati
Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v5i1.1566

Abstract

This study aims to determine difficulty of reading Arabic texts, determine the supporting and inhibiting factors in reading Arabic texts, and Find out the teacher's efforts in overcoming the difficulties of Eighth Grade Students of Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan Topoyo, Mamuju Tengah, West Sulawesi in reading Arabic texts. This study uses a qualitative approach with interview, observation and documentation as data collectiob methode. The results of this study indicate that in reading Arabic texts, the difficulties that are often experienced by students are: 1) Linguistic difficulties which include aswat difficulties, difficulties in how to read harakat fathah, kasroh, and dommah. Students also have difficulty in vocabulary because of the lack of memorization of mufrodat, and the last is difficulty in terms of meaning. 2) Supporting factors in reading Arabic texts are if the students live in dormitories and students' interest in learning is quite high, while the inhibiting factors are teaching methods that are less varied, media or infrastructure that is not complete. 3) The efforts made by the teacher to overcome the problem are trying new breakthroughs such as alternative methods, then the teacher also tries to always motivate and encourage students to like Arabic, as well as implementing the routine of reading the Qur’an before lessons start.
KAJIAN PSIKOLINGUISTIK: PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2 TAHUN Sri Mulya Nengsi; Darmawati
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2 tahun dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Subjek penelitian adalah seorang anak usia 2 tahun yang sedang berada pada tahap awal perkembangan bahasa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2 tahun berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Dalam aspek fonologi, anak mulai mampu mengucapkan bunyi vokal dan konsonan sederhana meskipun masih terdapat penyederhanaan bunyi tertentu. Dalam aspek kosakata, anak telah mampu menggunakan kata-kata sederhana yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Bentuk tuturan anak umumnya berupa tuturan satu kata dan dua kata sederhana yang digunakan untuk menyampaikan keinginan dan respons terhadap lingkungan sekitar. Pemerolehan bahasa anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, intensitas komunikasi, interaksi sosial, dan stimulus bahasa yang diterima anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan yang komunikatif memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
PSIKOLINGUISTIK : URGENSI DAN MANFAATNYA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB Nur Atika Putri; Darmawati
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2532

Abstract

Mata kuliah Psikolinguistik seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih bagi prodi Pendidikan Bahasa Arab karena dengan psikolinguistik sebagai guru ataupun dosen bahasa Arab dapat memanfaatkan bagaimana mengajar bahasa Arab dengan baik dan melihat psikologi anak didik. Hasil penelitian pakar psikolinguistik dapat digunakan dalam memahami pemerolehan bahasa pertama maupun dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Pasalnya, ruang lingkup kajian psikolinguistik sangat bermanfaat bagi pembelajaran bahasa. Di dalam kurikulum pendidikan bahasa Arab, mata kuliah psikolinguistik dimasukkan dalam kelompok mata kuliah proses belajar-mengajar, bukan pada kelompok mata kuliah linguistik/kebahasaan. Hal ini karena pokok bahasan dalam psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan proses belajar mengajar bahasa itu. ketika teori pemerolehan bahasa pertama dan kedua atau bahasa asing sudah diketahui untuk mengajarkan bahasa diharapkan tidak ada problem yang sulit ketika dalam proses mengajar. Makanya tidaklah berlebihan jika mengatakan psikolinguistik itu sangat berguna bagi mahasiswa PBA.
INTEGRASI PENDEKATAN SOSIO-PSIKOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI ERA MODERN Erni Nurjaya; Darmawati
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2533

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan sosio-psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab di era modern, serta implikasinya terhadap kemampuan berbahasa, retensi kosakata, dan motivasi belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi kurikulum. Analisis data mengikuti tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sosio-psikolinguistik yang memadukan aspek kognitif psikolinguistik dengan dimensi sosial-kultural sosiolinguistik memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Arab, retensi kosakata jangka panjang, serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh kesenjangan kompetensi guru, kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran kontekstual, dan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah kurang berkembang.