Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENDAPATAN DAN KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI PADI DI DESA MARISA KECAMATAN BASIDONDO KABUPATEN TOLITOLI selvi selvi; Moh Mudassir Ali; Trisna Trisna
Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Vol 5, No 1: Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jti.v5i1.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara parsial pengaruh pendapatan dan konsumsi rumah tangga terhadap kesejahteraan keluarga petani padi. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kesejahteraan petani padi, sedangkan variabel independen adalah pendapatan dan konsumsi rumah tangga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang ada di desa marisa dengan sampel yang di gunakan menggunakan rumus slovin yaitu 40 responden. data dalam penelitian ini di ambil menggunakan kuesioner yang di sebarkan kepada petani padi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear beganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diduga pendapatan dan konsumsi rumah tangga berpengaruh secara positif terhadap kesejahteraan keluarga petani padi di desa marisa kecamatan basidondo kabupaten tolitoli. Namun, setelah melewati penelitian pendapatan tidak berpengaruh secara positif terhadap kesejahteraan dan konsumsi rumah tangga berpengaruh secaara positif terhadap kesejahteraan petani padi di desa marisa kecamatan basidondo kabupaten tolitoli.
MENUMBUHKAN BUDAYA MENABUNG SEJAK DINI: PROGRAM EDUKASI LITERASI KEUANGAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Puspita Sari; Trisna Trisna
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i2.1166

Abstract

Financial literacy education from an early age is a strategic step in shaping children’s character, discipline, and independence. This community service program was implemented at SDN Kabinuang with a focus on fostering a saving culture among elementary school students through simple, practical, and engaging approaches. The implementation methods included interactive material delivery, discussions, and hands-on saving practices using a class piggy bank managed collectively. Teachers played the role of facilitators who motivated students, while parents contributed by encouraging children to bring savings money every day. The results of the program indicated a significant improvement in students’ understanding and habits in managing pocket money. Most students were able to set aside a portion of their allowance for savings and demonstrated more controlled spending behavior. Moreover, the program instilled social values such as cooperation, solidarity, and mutual care among peers. Therefore, the saving program at an early age proved to be effective not only in building financial awareness but also in shaping positive character development beneficial for students’ future.
PERAN DESAIN LABEL DAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN USAHA TEMPE LOKAL DI DESA LEMBA HARAPAN Nurul Viana; Putri Tordon; Trisna Trisna
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1187

Abstract

Tempeh is one of Indonesia's traditional foods that holds high nutritional value and significant economic potential, especially when managed by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This community service activity focused on the development of local tempeh businesses in Lemba Harapan Village, South Dampal District, Tolitoli Regency, to enhance MSME capacity through strengthening product identity and utilizing social media as a means of digital promotion. The implementation method employed a participatory and educational approach, including field surveys, label design, technical assistance in label application, and training on social media management. The results of the activity showed that business actors successfully developed a product identity in the form of business labels and logos, acquired basic skills in branding, and utilized social media to expand their marketing reach. Furthermore, the active involvement of business owners in each stage of the activity indicated increased motivation and independence in developing their businesses. This initiative has had a positive impact on strengthening the competitiveness of local tempeh businesses. The simple yet targeted mentoring model can be replicated in other micro-enterprises as a strategy to support MSME empowerment and sustainable rural economic development.
PENGABDIAN MAHASISWA KKN MELALUI SOSIALISASI PEMANFAATAN HASIL PERTANIAN BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI DESA OGOWELE Nurdiana Nurdiana; Maiful Maiful; Trisna Trisna; Maskur Maskur; Hayatudin Hayatudin
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1335

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan mendukung pembangunan desa melalui pemberdayaan potensi lokal. Di Desa Ogowele, salah satu isu utama adalah rendahnya pemanfaatan hasil pertanian secara optimal, sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat masih terbatas. Sehingga kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan hasil pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi materi terkait strategi pemanfaatan hasil pertanian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli, serta sesi tanya jawab interaktif antara pemateri dan warga desa. Melalui pendekatan ini, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam pengolahan maupun pemasaran hasil pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami potensi produk pertanian lokal, pentingnya diversifikasi hasil panen, serta peluang pengembangan usaha sederhana berbasis pertanian. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi dan tanya jawab yang dilakukan mahasiswa KKN mampu menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Desa Ogowele.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM PENGEMBANGAN UMKM MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK VCO Dian Mustika; Hariani Hanapi; Trisna Trisna; Fandi Ahmad
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1348

Abstract

The Community Service Program (KKN) plays a strategic role in empowering rural communities through the development of local potential. Tompoh Village, Dampal Utara District, Tolitoli Regency, Centrtal Sulawesi is an area with abundant coconut resources; aimed to provide education and new skills to cummunity in processing coconuts into virgin coconut oil (VCO) as a business opportunity with high economic value. The socialization was carried out on August 3, 2025, at the Tompoh Village Hall, followed by a two-day intentive training on VCO production. The methods included lectures, direct demonstrations, and interactive discussions. The results indicated an increase in the community's knowledge and skills in processing coconut into VCO products, along with a better understanding of marketing stategies in the digitalization era. This activity not only expanded community insight into coconut product deversification but also opened opportunities for defveloping micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Tompoh Village.