Eti Nurbaiti Hasanah
Puskesmas Karet Kuningan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Motorik Kasar dan Sosial Emosional terhadap Kejadian Stunting pada Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Karet Kuningan Kecamatan Setiabudi Tahun 2022: The Relationship between Fine Motoric Development, Gross Motoric Development and Social Emotional to Stunting Incidents at the Age of 24-59 Months at the Karet Kuningan Health Center, Setiabudi District in 2022 Eti Nurbaiti Hasanah
Open Access Jakarta Journal of Health Sciences Vol 2 No 4 (2023): Open Acces Jakarta Journal of Health Sciences
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/oajjhs.v2i4.128

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) adalah balita dengan tinggi badan (TB/U) menurut nilai z-score kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari – 3SD (severely stunted). Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Motorik Kasar dan Sosial Emosional terhadap Kejadian Stunting pada Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Karet Kuningan Kecamatan Setiabudi Tahun 2022. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dimana penelitian dilakukan pada saat pengambilan data antara variabel independen dengan variabel dependen yang dilakukan secara bersama-sama pada waktu yang sama, dengan sampel 30, penelitian ini dilakukan pada pada Bulan Januari-Februari 2022. Hasil: Hubungan antara perkembangan Motorik Halus dengan kejadian stunting dengan nilai P-value 0,003, perkembangan motorik kasar dengan kejadian stunting nilai P-value 0,014 dan Sosial emosional dengan kejadian stunting nilai P-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan perkembangan motorik halus, motorik kasar dan sosial emosional terhadap kejadian stunting pada usia 24-59 bulan di Puskesmas Karet kuningan Kecamatan setiabudi dan yang paling berpeluang pada sosial emosional.