Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk transfer ilmu tentang budidaya puyuh. Dilihat dari permintaan pasar, permintaan telur puyuh belum mampu dipenuhi di Lombok. Tujuan selanjutnya dari program ini adalah mempersiapkan usaha yang suistainable di Desa Ranggagata melalui transfer ilmu dan praktik budidaya hingga pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilatar belakangi dengan kondisi generasi muda yang memilih untuk menjadi tenaga kerja asing (TKI) namun ketika kembali ke desa justru kebingungan mencari pekerjaan. Tim pengabdian melihat bahwa generasi muda ini belum memiliki soft skill khusus yang dapat membuka usaha. Budidaya puyuh menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang dihadapi. Metode yang digunakan Parcipatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan pengabdian di Desa Ranggagata mendapatkan dukungan dari pemerintah desa dan khalayak sasaran. Kegiatan pengabdian ini sangat menarik bagi karang taruna. Faktor yang membuat program ini menarik adalah, pelatihan dilaksanakan langsung diikuti dengan praktik. Pelaksanaan manajemen organisasi memberikan pembelajaran tentang tanggung jawab pada karang taruna. Karang taruna sebagai khalayak sasaran memiliki usaha mandiri budidaya puyuh