Alya Amalia
Pendidikan Matematika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Penalaran Matematis pada Materi Turunan Fungsi Aljabar Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa Alya Amalia; Maman Fathurrohman; Abdul Fatah
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2020): September 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v1i3.8631

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi siswa dalam berpikir, bernalar, terutama menyelesaikan masalah diantaranya adalah gaya kognitif. Gaya Kognitif secara konsisten menentukan modus seseorang dalam memahami lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan penalaran siswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan Gaya kognitifnya. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa field dependent dan dua lainnya field independent. Teknik pengumpulan data menggunakan tes GEFT untuk mengetahui gaya kognitif siswa. Untuk mengetahui kemampuan penalaran dilakukan tes kemampuan penalaran dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa FD dapat menginterpretasikan ide  secara verbal cukup baik,  memanipulasi matematis dan menyusun bukti cukup baik dengan mengikuti aturan baku. Namun belum mampu dalam menarik simpulan dan memeriksa kesahihan argumen karena memerlukan instruksi yang lebih jelas dan sulit memahami permasalahan dalam konteks berbeda. Sedangkan siswa FI dapat menginterpretasikan ide dan mengajukan dugaan dengan baik melalui ilustrasi gambar serta penjelasan yang detail, dapat memanipulasi matematis dan menyusun bukti cukup baik dengan membangun strukturya sendiri dan mencoba-coba, namun dalam memeriksa kesahihan argumen masih kurang.