Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENAFSIRAN SYEKH WAHBAH ZUHAILÎ TENTANG MARAH DALAM KITAB TAFSÎR AL-MUNÎR: AQÎDAH, SYARÎ’AH, DAN MANHAJ Muhammad Nizar Ulil Albab; Adib Minanul Cholik
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 3, No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.603 KB) | DOI: 10.59622/jiat.v3i2.67

Abstract

Penafsiran Syekh Wahbah al-Zuhailî tentang marah dalam kitab Tafsir al-Munir. Mengingat bahwa marah merupakan bagian dari sifat manusia yang harus mampu dikendalikan oleh setiap manusia. Sebab, marah ini memiliki dampak yang positif ataupun negatif bagi orang yang mengekpresikannya. Di dalam kitab Lisan al 'Arab dan al-Mu'jam al-Wasith sebagaimana dikutip Khuma’is al-Said, marah al-gadab secara bahasa mempunyai beberapa makna, di antaranya: al-sukht (kemurkaan), dan a'l-‘abusu (kemuraman). Imam Al-Ghazali di dalam karyanya mengatakan adanya marah dalam diri manusia adalah untuk menjaganya dari kerusakan dan untuk menolak kehancuran. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menjadikan Tafsir al-Munir sebagai sumber data premier. Untuk mencapai suatu kesimpulan yang konkrit maka penulis menggunakan metode deskriptif-analisis, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data yang ada kaitannya dengan permasalahan dan memeriksa secara konseptual makna yang ada dalam berbagai istilah guma mendapatkan kejelasan makna yang sebenarnya. Berdasarkan metode tersebut, penulis mendapatkan suatu kesimpulan bahwa Syaikh Wahbah memaknai term Gadab (marah) dalam Al-Qur’an sebagai berikut: pertama, Gadab yang bermakna murka Allah, dimana makna murka tersebut subjeknya adalah Allah dan objeknya adalah kaumnya yang menentang utusan-utusan Allah. Kedua, Gadab yang bermakna marahnya utusan Allah kepada kaumnya yang suka membantah, mencela Nabi dan melakukan tindakan yang melenceng dari ajaran-ajaran para Nabi. Ketiga, marah manusia oleh manusia, yaitu marah seseorang yang di tujukan kepada orang lain dan bahkan berdampak kepada alam sekitarnya.
INTERPRETASI MAQAMAT AL-AULYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Adib Minanul Cholik; Marzuki Marzuki
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.567 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Interpretasi Maqâmât al-auliyâ perspektif al-Qur’an”. Penelitian ini difokuskan pada penemuan beberapa ayat-ayat alQur’an tentang kedudukan wali-wali Allah di sisi tuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas kedekatan hamba kepada penciptanya dan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kedudukan wali-wali Allah yang sebenarnya. Maqâmât auliyâ sangatlah penting dikaji dalam rangka merespon anggapan masyarakat tentang kedudukan wali yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran nabi Muhammada SAW. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka. Sumber data berupa sumber-sumber tertulis berupa kitab, buku, artikel, jural dan umber-sumber otoritatif liannya yang relevan dengan tema. tehnik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, yakni mengumpulkan data mulai berbagai buku dan literatur yang relevan dengan tema. Sementara analisa data mengguanakan metode content analisis (analisis isi), yaitu melakukan analisa terhadap Ayat-ayat yang maqâm auliyâ atau kedudukan wali-wali Allah dalam al-Qur’an, kemudian dijabarkan dengan rinci. Penelitian ini menunjukan bahwa maqâm auliyâ adalah maqâm yang tinggi di sisi tuhannya. dan untuk mencapainya harus dengan aturanaturan atau ajara-ajaran yang dibawa dan dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. 
PENYAKIT HATI DAN OBATNYA DALAM AL-QUR’ÂN MENURUT IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH Adib Minanul Cholik; Muhammad Lutfan Sofa
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.764 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam problematika kehidupan, diantaranya adalah timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya mengenai penyakit hati. Dalam skripsi ini penulis mengkaji permasalahan penyakit hati dan obatnya di dalam al-Qur’ân menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja ayat-ayat yang bekaitan dengan penyakit hati dalam al-Qur’ân dan bagaimana pandangan penyakit hati menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. serta bagaimana konsep pengobatan mengenai penyakit hati menurut beliau. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimna pandangan Ibnu Qayyim terhadap penyakit hati serta konsep pengobatannya menurut beliau seperti apa. Penelitian ini adalah menggunakan penelitian kepusatakaan (library research) dengan menggunakan berbagai sumber data primer berupa kitabkitab karya Ibnu Qayyim dan sekunder berupa buku-buku serta jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan judul. Kemudian penulis menggunakan metode deskritif-analisis, dengan mengumpulkan data-data tersebut kemudian mendokumentasinya, selanjutnya menganalisis data-data tersebut untuk dijadikan sebuah hasil dan kesimpulan dalam penelitian.