Agung Putra Andira
STMIK DHARMAPALA RIAU

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SWOT PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT NAGARI TUO PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR Agung Putra Andira
Jotika Journal In Management and Entrepreneurship Vol. 2 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.783 KB) | DOI: 10.56445/jme.v2i2.66

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan ekonomi yang ada di Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Latar belakang penelitian ini adalah adanya pertumbuhan ekonomi yang ada di Nagari Tuo Pariangan setelah penobatan menjadi Desa Terindah di Dunia versi Budget ravel Magazine. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT pengembangan ekonomi masyarakat Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar dari sisi Kekuatannya adalah Munculnya pertumbuhan ekonomi, Indahnya pemandangan serta lokasi yang sangat strategis, Menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, Banyaknya dukungan dari stakeholder serta kemudahan mendapatkan dana pembiayaan modal usaha, Banyaknya dukungan dari stakeholder serta kemudahan mendapatkan dana pembiayaan modal usaha, Banyaknya dukungan dari stakeholder serta kemudahan mendapatkan dana pembiayaan modal usaha, Kehadiran tim pecinta budaya di Nagari Tuo Pariangan, Memiliki lokasi usaha yang sangat strategis, Nagari yang kental akan sejarah, adat dan budaya. Kelemahannya adalah Kurangnya kualitas SDM yang ada di Nagari Tuo Pariangan, Terbatasnya lahan parkir, Kurangnya pemanfaatan Teknologi Informasi, Sepi pengunjung sejak Pandemi Covid-19, Sarana dan prasarana penunjang yang belum memadai. Peluangnya adalah Dukungan penuh dari Pemerintahan Nagari, Banyaknya potensi ekonomi di Nagari Tuo Pariangan, Jiwa gotong royong masyarakat masih tinggi, Dukungan dari masyarakat yang ada di rantau, Masyarakat yang kental akan Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah. Ancamannya adalah, Budaya luar sudah mempengaruhi budaya asli, Kurangnya pemahaman masyarakat tentang wisata, Harga bahan pokok yang tidak stabil. Aspek prinsip adalah berupa kekuatan dan peluang diantaranya Menjalin hubungan baik bagi perantau yang ada diluar Tanah Datar merupakan sebuah strategi yang tepat demi kemajuan sebuah nagari, dimana semua kegiatan yang ada di nagari tanpa melibatkan para perantau maka kegiatan tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Sedangkan aspek non prinsip adalah kelemahan dan ancaman diantaranya Pemerintahan Nagari perlu melakukan pelatihan pengelolaan kepada masyarakat selaku pelaku usaha yang ada di Nagari Tuo Pariangan untuk pengurus pengelola objek wisata, pelaku UMKM, komunitas batik, pramuwisata, dengan mendatangkan para pakar- pakar usaha yang telah dahulu maju dari mereka, serta melakukan kegiatan study banding ke daerah- daerah yang lebih maju dalam hal pengelolaan desa wisata guna kedepannya SDM yang ada di Nagari Tuo Pariangan lebih maju lagi. Kata kunci: Analisis SWOT, Pengembangan Ekonomi
Pengembangan Ekonomi Desa Mandiri Melalui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Mekar Desa Simpuruik Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat Agung Putra Andira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan BUMDes merupakan cara untuk memanfaatkan Undang-Undang yang memberikan kewenangan kepada pemerintah desa untuk melakukan inovasi dalam pembangunan desa, terutama meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Kenyataannya banyak desa yang gagal menjalankan BUMDes dikarenakan kurang siapnya desa dan potensi yang minim dari desa. Tujuan penelitian ini mengetahui kondisi dan tata kelola BUMDes yang sedang berkembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi BUMDes di Kabupaten Tanah Datar sudah berjalan sesuai dengan tujuan pembentukan BUMDes dan mampu membantu meningkatkan perekonomian desa. Namun masih terdapat kendala dalam pengelolaan BUMDes di beberapa daerah seperti jenis usaha yang dijalankan masih terbatas, keterbatasan sumber daya manusia yang mengelola BUMDes dan partisipsi masyarakat yang rendah karena masih rendahnya pengetahuan mereka.