Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan pandemi dunia yang dimulai sejak Desember 2019. Penyebab utama terjadinya pandemi ini karena adanya infeksi dari virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome- Coronavirus-2) terhadap sel dalam saluran pernafasan manusia. Peningkatan dari jumlah pasien positif terus meningkat sehingga perlu dilakukan beberapa upaya dalam menekan tingkat penyebaran dari virus ini. Selain menerapkan beberapa protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker perlu dilakukan juga pencegahan dari dalam, salah satunya konsumsi produk yang mampu bekerja dalam mencegah dan mengobati tubuh dari infeksi virus. Propolis merupakan salah satu produk hasil lebah yang memiliki kemampuan sebagai antivirus, anti inflamasi, dan imuno modulator karena kandungan bioaktif di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan cara kerja propolis sebagai nutrasetikal yang berpotensi untuk pencegahan dan terapi Covid-19. Metode yang dilakukan adalah kajian literatur dengan pencarian pustaka menggunakan pangkalan data Google, Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Proses pengumpulan data menghasilkan 724 pustaka dan setelah penyortiran terdapat 68 pustaka yang relevan untuk digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen rutin, hesperidin, CAPE dalam propolis memiliki potensi sebagai pencegah dan terapi Covid-19 melalui pengikatan ACE2, TMPRSS2, Mpro/3CLpro, memblokir PAK1, serta menstimulasi imun tubuh manusia.