Ahmad Hifni
Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INJEKSI KORTIKOSTEROID INTRATIMPANI PADA TULI MENDADAK Listya Paramita; Fiona Widyasari; Ahmad Hifni; Abla Ghanie
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2022): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/confmednatalisunsri.v4i1.92

Abstract

Tuli mendadak merupakan tuli sensorineural yang termasuk dalam kedaruratan neurotologi. Tuli mendadak adalah penurunan pendengaran sensorineural 30 dB atau lebih, paling sedikit tiga frekuensi berturut-turut dan berlangsung dalam waktu kurang dari 72 jam. Diagnosis tuli mendadak ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan fungsi pendengaran dan pemeriksaan penunjang untuk mencari etiologi yang mendasari terjadinya tuli mendadak. Penatalaksaan kasus tuli mendadak sebaiknya diterapi berdasarkan etiologi yang mendasarinya. Namun hampir sebagian kasus tuli mendadak bersifat idiopatik. Salah satu terapi tuli mendadak adalah dengan pemberian kortikosteroid. Kortikosteroid dapat diberikan secara sistemik maupun injeksi intratimpani. Pemberian kortikosteroid melalui intratimpani dapat sebagai terapi awal, kombinasi dengan terapi lain atau sebagai terapi penyelamatan (salvage therapy). Injeksi kortikosteroid intratimpani dapat menjadi alternatif pada penanganan tuli mendadak, khususnya jika terapi sistemik gagal. Injeksi intratimpani juga memiliki keuntungan yaitu konsentrasi obat yang tinggi bila diberikan langsung ke telinga yang terkena atau untuk menghindari efek samping steroid sistemik dan dapat diberikan pada pasien dimana kortikosteroid sistemik kontraindikasi untuk diberikan.