Sari Cahyanti
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pada Ibu Hamil di Masa Pandemi COVID-19: Studi Kasus di Puskesmas Gamping 1 Sleman, Yogyakarta Sari Cahyanti; Tri Wahyuning Pujiastuti
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 2 No. 01 (2023): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v2i01.175

Abstract

COVID-19 masih menjadi ancaman bagi ibu hamil. Penyebaran dan penularan yang tidak terduga mengakibatkan terjadi peningkatan kecemasan khususnya  ibu hamil yang merupakan kategori rentan. Kecemasan yang berlebihan hingga depresi pada ibu hamil dapat memengaruhi kehamilan seperti persalinan preterm, kegagalan multi organ, pertumbuhan janin terhambat hingga keguguran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. Variabel terikat penelitian ini adalah kecemasan ibu hamil sedangkan variable bebas penelitian meliputi usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, dukungan suami dan pengetahuan COVID-19. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument kuesioner dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 40 ibu hamil trimester 3. Analisis data univariat dan bivariate yakni Fisher’s Exact Test  dan Kendall’s τᵇ.  Hasil penelitian didapatkan bahwa paritas, pendidikan, pekerjaan, dukungan suami dan pengetahuan tentang COVID-19 mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil sedangkan usia tidak mempengaruhi kecemasan ibu hamil trimester 3. Bidan diharapkan semakin aktif menggali perasaaan ibu hamil agar mendeteksi dini adanya peningkatan kecemasan dan segera memberi penatalaksanaan baik secara mandiri, kolaborasi maupun rujukan.