Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT Ch. Koesmartadi; Christian Moniaga; Gustav Anandhita
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.99

Abstract

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.
Tantangan dalam Desain Arsitektur Nusantara Ch. Koesmartadi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.203

Abstract

Arsitektur Nusantara saat ini menarik perhatian. Selain publikasi yang gencar, juga kesadaran masyarakat akan potensi anak bangsa semakin meningkat. Geliat kegiatan arsitektur Nusantara merata di beberapa sektor, diantaranya minat penelitian dan pengembangannya di perguruan tinggi. Banyaknya sayembara yang menarik perhatian peserta, terutama arsitek muda, bahkan Pemerintrah gencar mengusung arsitektur Nusantara dalam program pembangunan di wilayah Indonesia. Usaha yang gencar ini, memiliki tantangan tersendiri, yakni siapkah pemangku kepentingan dari pendidikan hingga penjaga peraturan bangunan mencapai satu kata. Pengumpulan data dalam tulisan ini dilakukan berdasarkan data primer dalam penelitian tentang atap empyak. Analisis dilakukan secara menyeluruh sehingga tercapai kesamaan pandangan tentang arsitektur nusantara. Temuan dari pembahasan ini adalah keunikan arsitektur karya anak bangsa yang layak ditempatkan sebagai karakter arsitektur bangsa kita sendiri, sehingga tantangan kepada kita semua adalah, beranikah membuat desain dengan mengikuti kaidah-kaidah kearsitekturan di Indonesia.