Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dominasi Konsep Lokal pada Rancangan Karsten Albertus Sidharta Muljadinata; Antariksa; Purnama Salura
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.1

Abstract

Di dalam perkembangan kota pada era globalisasi ini, terjadi fenomena yang menarik, banyak bagian kota yang chaos dalam perkembangannya, namun terdapat kota yang tetap, tidak berubah. Kota Semarang yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten sebagai kota modern mulai tahun 1916, merupakan kota yang tidak berubah karena perkembangan jaman. Sejarah menunjukkan, karya arsitektur yang bertahan adalah yang memiliki aspek lokal dalam konsep rancangannya. Melalui telaah literatur tentang teori kota, arsitektur dan aspek lokal, dan dengan mengambil kasus pada Kota Semarang sebagai kota modern hasil rancangan Karsten, akan didapat dominasi aspek lokal dalam karya Karsten, serta relasi antara aspek lokal dan elemen kota rancangan Karsten. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep Karsten, mengupas semua aspek lokal dalam arsitektur dan kota yang mempengaruhi Karsten, mengungkap dominasi aspek lokal yang terdapat pada kasus studi. Penelitian ini akan memberi manfaat bagi pengembangan keilmuan arsitektur, dan akan memberi wawasan baru kepada para masyarakat akademisi tentang pentingnya aspek lokal pada rancangan kota dan arsitektur. Penelitian ini akan memberi kejelasan, bahwa suatu kota akan tetap bertahan bila arsitektur kotanya memiliki relasi dengan aspek lokal yang ada. Sedangkan bagi masyarakat, penelitian ini akan memberi kontribusi dalam membantu penciptaan lingkungan binaan baru pada artefak benda cagar budaya melalui strategi kerja konservasi arsitektur yang baik.
FORMULASI PEDOMAN PERANCANGAN PERPUSTAKAAN ANAK DENGAN KONSEP RAMAH ANAK: FORMULASI PEDOMAN PERANCANGAN PERPUSTAKAAN ANAK DENGAN KONSEP RAMAH ANAK Indira Jihan Shafira; Purnama Salura; Indri Astrina Wirakusumah
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Idealog Vol 11 No 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v11i1.9647

Abstract

Abstract : The limited number of children’s libraries in Indonesia contributes to low literacy levels among. This condition is further exacerbated by the lack of libraries designed using a child friendly architectural approach. Therefore, design guidelines are needed to translate children’s needs and characteristics into library environments that support their growth and development. This study aims to formulate design guidelines for children’s libraries based on child-friendly concepts. A qualitative descriptive method was employed through literature review and precedent studies. The theoretical framework includes child-friendly concepts, children’s library services and activities, and the theories of architectural anatomy and property composition. The precedent studies were conducted on the CALS Children’s Library in the United States and the Shirasagi Children’s Library in Japan. The study identifies three main architectural aspects, namely quality of child-friendly spatial properties, inclusive child accessibility, and integrated spatial organization, as the basis for formulating design guidelines. These aspects support the creation of safe, comfortable, inclusive, and child-friendly library environments. The findings are expected to enrich the discourse on child-friendly architecture and serve as a reference for architects, library managers, and policymakers in developing educational spaces for children aged 10–12 years while supporting their needs, rights, learning experiences, and overall development. Keywords : Design Guidelines, Child-Friendly Concept, Children's Library.