Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Belajar dari Kearifan Lokal Masyarakat Perdesaan di Jawa dalam Membangun Permukiman pada Kawasan Lereng Gunung VG Sri Rejeki; Yovita Indrajati; Krisprantono
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.118

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya pada permukiman perdesaan memiliki kearifan lokal yang masih dapat ditemui hingga saat ini. Kearifan lokal tersebut tercermin antara lain dalam teknologi membangun dan menata permukiman. Penelitian ini telah dilaksanakan pada kawasan permukiman yang berada pada lereng gunung pada Kabupaten Temanggung di Provinsi Jawa Tengah. Pada Kabupaten Temanggung lokasi penelitian dilaksanakan pada kawasan Desa Ngemplak, tepatnya di Dusun Gedongan, Dusun Ngemplak, dan Dusun Banjarsari yang berada pada kawasan lereng gunung akan tetapi relatif datar pada Kabupaten Wonosobo. Kearifan lokal tersebut tercermin dalam tata spatial desa dan norma lokal oleh masyarakat berdasarkan pada penelitian pada lokasi desa Kandangan di wilayah Kabupaten Temanggung tersebut terlihat adanya kearifan lokal yang memiliki karakteristik yang spesifik, berupa sikap masyarakat terhadap alam lereng gunung. Masyarakat pada lereng gunung Sindoro masih memegang teguh nilai-nilai tradisi dalam penempuh kehidupan di lereng gunung.
De Groote Postweg Sebagai Pemicu Perubahan Struktur Kota di Jawa Bagian Barat Firmansyah Bachtiar; Albertus Sidharta; VG Sri Rejeki; Riandy Tarigan; Antonius Ardiyanto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.358

Abstract

Jalan Raya Pos (De Groote Postweg) merupakan suatu bentuk pengembangan infrastruktur peninggalan kolonial yang menjadi salah satu pemicu pertumbuhan kawasan perkotaan di sepanjang jalur yang dilaluinya. Jaringan jalan ini melintas dari Anyer hingga Panarukan dan diantaranya melewati beberapa kota besar pada 5 provinsi di Pulau Jawa. Jalur jalan ini di masa sekarang terkenal sebagai jalur transportasi darat utama khususnya di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, menghubungkan wilayah barat dan timur sepanjang sekitar 1.000 km. Pada wilayah di sisi barat Pulau Jawa, jalur jalan tersebut antara lain melewati wilayah Serang, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Cirebon. Kota-kota tersebut berkembang saat ini dengan struktur kota yang dipengaruhi oleh keberadaan De Groote Postweg yang mengubah tatanan kota pada masa lalu sehingga berkembang layaknya sekarang. Perubahan struktur ruang kota itu antara lain terjadi dalam bentuk pemindahan pusat kota maupun perubahan pola jaringan jalan sehingga membuat pemanfaatan ruang di kota-kota yang dilalui cenderung berorientasi ke jalan raya pos sebagai media transportasi logistik dan pasukan di era Daendels. Perkembangan kota—kota tersebut seperti yang dapat dilihat hingga kini merupakan salah satu dampak dari perubahan struktur ruang pasca kota-kota tersebut terhubung oleh jalur De Groote Postweg.