Saurlin Pandapotan Siagian
Universitas Darma Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM DANA DESA “PADAT KARYA TUNAI” TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA Saurlin Pandapotan Siagian; Laura Lusia Sembiring; Feberlina Saota
JURNAL GOVERNANCE OPINION Vol 7 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh program dana desa “Padat Karya Tunai” terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa. Metode yang digunakan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sampel pada penelitian ini 40 Kepala Keluarga penerima manfaat “Program Padat Karya” yang ada di desa SukaMulia Hulu. Analisis data dan pembahasan menggunakan metode analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa “Program Padat KaryaTunai” berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pendapatan desa. Hasil uji koefisien determinan diperoleh 0,906. Hal ini berarti 90,6%, dan menunjukan pengertian bahwa peningkatan pendapatan masyarakat (Y) dipengaruhi sebesar 90,6% oleh program tersebut (X) sedangkan sisanya 9,04% dipengaruhi faktor yang tidak ditentukan di penlitian iniseperti faktor personal dan faktor situasi, dan situasi perekonomian nasional. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pada Pemerintah Desa dan pengelola Program, supanya lebih efektif dalam menjalankan setiap program dengan memberi pelatihan kepada masyarakat yang ikut serta dalam program tersebut, agar tujuan dari program lebih maksimal sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat yang merata. Bagi pemerintah pusat supaya terus menjalankan kegiatan serupa tetapi kemudian memberi pengawasan serta pelatihan bagi desa-desa dan tetap mengacu pada kesejahteraan masyarakat desa.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH (STUDI PADA BANK SAMPAH INDUK PERMATA HATI-DLH KOTA MEDAN) Muhammad Rivai Hasibuan; Saurlin Pandapotan Siagian; Notes Wau
JURNAL GOVERNANCE OPINION Vol 8 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah melalui Program Bank Sampah (Studi pada Bank Sampah Permata Hati-DLH Kota Medan) juga apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi kebijakan tersebut. Kualitatif adalah metode yang digunakan dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang diterapkan adalah wawancara, meninjau langsung kelapangan serta menggunakan dokumentasi. Setelah data diperoleh lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Hiberman. Riset ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Pengelolaan Bank Sampah melalui Program Bank Sampah (Studi pada Bank Sampah Permata Hati-DLH Kota Medan) telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan persyaratan konstruksi Bank Sampah yang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti telah dimilikinya ruang pelayanan, fasilitas kantor yang serba lengkap, wadah pemilah serta computer telah tersedia untuk proses kegiatan Bank Sampah,.pengurusan Bank Sampah telah dibekali pelatihan untuk menunjang kegiatan dalam proses pelaksanaan Bank Sampah, dan Mengenai penggajian sudah cukup terlaksana dengan baik. Sumber pendanaan yang ada di bank sampah Permata hati-DLH Kota Medan masih berasal dari uang kas yang dikumpulkan dari anggota bank sampah. Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan. Pelayanan yang diberikan kepada nasabah sudah cukup baik. Kinerja Bank Sampah Permata Hati- DLH Kota Medan dinilai cukup baik. Adapun faktor pendukung dalam Implementasinya adalah organisasi yang baik, kerjasama dengan stakeholder yang baik, peran aktif nasabah, dan Sarana dan Prasarana yang Memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Sumber Daya Manusia dalam hal ini jumlah pengelola yang masih sedikit dan kurangnya penyertaan modal.