Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Manejemen Peningkatan Status Gizi Anak melalui Pendekatan Terapi Komplementer Ni Ketut Ayu Mirayanti; Ni Komang Sukra Andini; Sang Ayu Ketut Candrawati; Ni Ketut Citrawati; Putu Gede Subhaktiyasa
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v2i1.174

Abstract

The 1000 HPK period is the early period of life while still in the womb for the first 2 years of life. 1000 HPK is very important because it greatly affects the condition of growth and development of children. The focus of handling nutrition in the 1000 HPK is to prevent malnutrition which is a major health problem in toddlers because it can hinder the process of growth and development and contribute to child morbidity and mortality. Stunting is a chronic nutritional problem due to inadequate nutritional intake within the 1000 HPK period resulting in impaired growth in children. service activities carried out through the collaboration of health education institutions and health institutions, one of which aims to increase mother's knowledge about 1000 HPK, fulfill the nutritional needs of mothers and toddlers, and balanced nutrition and change in good nutritional behavior. In addition, education for cadres must also be carried out so that cadres can provide ongoing education to mothers who have toddlers.
Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Penggunaan Sidik Jari di Poli Klinik Spesialis Jantung Lidia Wolla Mawo; Nurul Faidah; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1381

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan sidik jari dalam proses registrasi pasien memberikan manfaat seperti efisiensi, akurasi, dan keamanan data. Namun, keberhasilan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh penerimaan pasien. RSAD Tk.II Udayana telah menerapkan sistem sidik jari, namun masih ditemui kendala teknis yang menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kepuasan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pasien BPJS terhadap penggunaan sidik jari di Poli Klinik Spesialis Jantung RSAD Tk.II Udayana Denpasar. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Maret-April 2025 dengan populasi 823 pasien BPJS rawat jalan. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 89 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 20 item pertanyaan. Analisis menggunakan model ServQual dengan lima dimensi kualitas pelayanan: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil: Tingkat kepuasan pasien menunjukkan nilai sebagai berikut: tangibles 79,8%, reliability 76,4%, responsiveness 67,4%, empathy 77,5%, dan assurance 73,0%. Dimensi dengan nilai terendah adalah responsiveness, terutama terkait kecepatan petugas dan kendala teknis sistem saat verifikasi. Kesimpulan: Rata-rata tingkat kepuasan pasien adalah 74,82% dengan kategori puas (70–79%). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan sidik jari pada pendaftaran pasien rawat jalan secara umum memuaskan, namun aspek responsiveness masih perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih efektif dan berpusat pada pasien.