Istiana Adianti
Universitas Widya Mataram, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Penyusunan Masterplan Kampung melalui Focus Group Discussion (FGD) Istiana Adianti
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.315 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i1.121

Abstract

secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Kampung Gedongkiwo sebagai salah satu pilot project program Gandeng Gendong 2020. Gandeng Gendong sendiri merupakan program milik pemerintah kota Yogyakarta yang sudah dicetuskan sejak 2018, dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan lingkungan dengan melihat potensi yang ada dengan pengembangan kebersamaan dan kepedulian semua stakeholder sesuai kapasitasnya. Kampus, Kampung, Komunitas, Kooperasi, Pemerintah Daerah (Kota) atau disebut 5K merupakan stakeholder dalam kegiatan Gandeng Gendong. Pengabdi sebagai bagian dari komunitas IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) DIY ikut mengawal dan memandu proses pembuatan masterplan. Sebagai langkah awal menjaring aspirasi warga dilakukan FGD, FGD sebagai metode yang lebih efisien untuk menjaring informasi dari warga kampung sehingga masterplan nantinya benar benar dari aspirasi warga. FGD dilakukan dua tahap, FGD yang pertama untuk menjaring potensi, masalah dan mimpi warga sedangkan FGD kedua merupakan diskusi untuk memantabkan branding kampung. Branding kampung inilah yang menjadi identitas kampung Gedongkiwo dan diterjemahkan dalam masterplan yang programnya diprogram secara bertahap selama 5 tahun.