Pelatihan Triple Helix Inovasi Batik Khas Banyuasin Serta Peran Manajemen Strategis Dalam Mengelolah Produk Lokal Masyarakat Desa Era Pademi Covid-19 Author 1Lesi Hertati, 2Asmawati, 3Marzuki Ali 4Lili Syahfitri. 1.4Dosen Akuntansi Universitas Indo Global Mandiri Palembang-Indonesia 2.3Dosen Manajemen Universitas Indo Global Mandiri Palembang-Indonesia hertatilesi@yahoo.co.id, asmawati@uigm.ac.id, marzukiali@uigm.acid, lilisahfitri@uigm.ac.id Abstract: The function of academics in the academician, business, and government (ABG) conception represents the technology developer community, business represents the technology user community, and the government represents the institutions that function to carry out regulation, intermediation, and facilitation. Batik is one of Indonesia's traditional crafts that has been worldwide. The motifs produced from the batik technique are also very diverse, according to the characteristics of the area of origin. The philosophical meaning contained in the batik motif is also very strong and thick with customs, especially for the Banyuasin community in supporting the economy in the Covid-19 pandemic era, in their creativity and local wisdom. Batik products have a big role in economic development in Banyuasin. Regional Batik is the hallmark of Banyuasin. Internally, this product deals with production and distribution. Externally related to the company's ability to increase the value of the economy and create jobs. This service aims to see the advantages of batik in Banyuasin which are oriented to increasing income and community welfare as well as supporting the development of creative industries based on local wisdom and supporting economic development in Banyuasin. In particular, this service aims to: (1) explore the authenticity of the origin of the batik area in order to support the family economy based on local wisdom, (2) the emergence of a small batik industry originating from the Banyuasin Regency area. Keywords: Triple Helix Innovation of Banyuasin Batik, Strategic Management, Managing Local Products for Village Communities in the Covid-19 Pandemic Era Abstrak: Fungsi akademisi dalam konsepsi academician, Business, dan Government (ABG) mewakili komunitas pengembang teknologi, bisnis mewakili komunits pengguna teknologi, dan pemerintahan mewakili lembaga yang berfungsi untuk melakukan regulsi, intermediasi, dan fasilitasi. Batik adalah salah satu kerajinan tradisional khas Indonesia yang telah mendunia. Motif-motif yang dihasilkan dari teknik membatik pun sangat beragam, sesuai dengan ciri khas daerah asalnya. Makna filosofis yang terkandung dalam motif batik pun begitu kuat dan kental dengan adat istiadat, terutama bagi masyarakat Banyuasin dalam menopang ekonomi ddi era pademi Covid-19 terdapat dalam kreatifitas dan kearifan lokalnya. Produk batik mempunyai peran yang besar dalam pembangunan ekonomi di Banyuasin. Batik Daerah ciri khas dari Banyuasin. Secara internal, produk ini berkaitan dengan produksi dan distribusi. Secara eksternal berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan nilai perekonomian dan membuka lapangan kerja. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat keunggulan batik di Banyuasin yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan industri yang kreatif dan berbasis kearifan lokal serta menunjang pembangunan ekonomi di Banyuasin. Secara khusus pengabdian ini bertujuan untuk: (1) Mengeksplorasi citi khas keaslian asal daera batik guna menopang ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal, (2) Munculnya industri kecil batik berasal dari wilayah Kabupaten Banyuasin. Kata kunci: Triple Helix Inovasi Batik Khas Banyuasin, Manajemen Strategis, Mengelolah Produk Lokal Masyarakat Desa Era Pademi Covid-19