Sri Puji Lestari
Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pasir Penyu, Indragiri Hulu, Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT PADA SISWA KELAS IX 1 SMP NEGERI 3 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Sri Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.694 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i5.120

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsru pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Team games tournament (TGT) berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX 1 SMP Negeri 3 pasir Penyu Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX 1 SMP Negeri 3 pasir Penyu, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA MATERI NARRATIVE TEXT MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DIKELAS IX 3 SMPN 3 PASIR PENYU TP.2016/2017 Sri Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.991 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.140

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini (PTK) adalah tentang penggunaan Audio Visual Media untuk meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Penggunaan media Audio Visual ditujukan untuk mendapatkan perhatian siswa dan untuk merangsang otak siswa melalui mendengarkan dan melihat. Berdasarkan refleksi dari pelajaran sebelumnya, karena kekurangan alat bantu, pelajaran tentang "Narrative Text" hanya ditunjukkan melalui cerita. Dalam membuat perhatian siswa dan prestasi belajar menjadi rendah (tingkat kelas adalah 69, sedangkan KKM adalah 75). Penyebab utama kegagalannya adalah proses belajar mengajar tidak menarik dan monoton,. Oleh karena itu, penulis telah melakukan penelitian menggunakan media Audio Visual. Para subjects dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas IX3 SMP Negeri 3 Pasir Penyu pada tahun akademik 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dari prestasi siswa pada siklus 1 dari 69,9 (sebelum penelitian) menjadi 74,4 dan 77,42% siswa dapat memperoleh skor KKM adalah 83,00 dan 96, 77% para siswa dapat menguasai pelajaran tanpa sesi perbaikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Audio Visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa