Kurikulum 2013 di Indonesia menggunakan pembelajaran tertuju pada siswa, guru hanya sebagai fasilator sehingga perlu cara pembelajaran yang tepat. Pada zaman milenial seperti sekarang siswa tidak mengetahui permainan-permainan tradisional di tempat kelahiran karena tergerusnya oleh kemajuan IPTEK sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa permainan tradisional itu bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memberikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika statistika dengan permainan tradisional congklak dapat meningkatkan prestasi belajar anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa buku, artikel jurnal dan proccedings konferensi yang berkaitan dengan judul penelitian. Prosedur analisis data dimulai dengan mengumpulkan referensi yang berkaitan dengan judul penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dikaji untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan judul yang diangkat oleh penulis. Hasil analisis yang didapat diselaraskan dengan judul yang ditulis oleh penulis. Pada kondisi seperti sekarang di Indonesia belum merata terkait teknologi yang digunakan, menjadikan permainan tradisional bisa dimanfaatkan contohnya congklak. Artikel ini menyajikan terkait pembelajaran statistika dengan permainan tradisional yaitu congklak Setelah pembelajar umum dan penilaian kebutuhan dibahas, tujuan kinerja dan hasil dikembangkan. Seperti yang ditunjukkan oleh literatur, penting untuk menyatakan hasil yang diharapkan akan dicapai setelah pembelajaran berlangsung, dan untuk memastikan bahwa hasil yang diinginkan tercapai, mereka harus disertai dengan tujuan yang lebih rinci, dapat diamati, dan terukur.