N. Fathurrohman
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Alifa Nabila; N. Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.561 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3930

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana seharusnya kepala sekolah beroperasi di sekolah. (1) fokus pada peningkatan kompetensi guru, (2) penyediaan dana yang cukup untuk meningkatkan profesionalisme guru, (3) pembinaan dan pembinaan guru secara profesional, (4) terciptanya budaya organisasi yang nyaman bagi guru, (5) mendorong inovasi dan kemajuan dalam sekolah, dan (6) pemberian berbagai penghargaan atas setiap prestasi yang dicapai guru merupakan enam upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja kompetensi guru. Oleh karena itu, kepala sekolah harus lebih aktif dan kreatif dalam bermitra dengan guru dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk meningkatkan kinerja guru. Pemerintah daerah (Dinas Pendiikan) dan pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) harus lebih serius memfasilitasi kepala sekolah karena kendalanya dalam menjalankan tanggung jawabnya dalam mendongkrak kinerja guru. Untuk meningkatkan fungsi kepala sekolah dan efektivitas guru di sekolah, dukungan pemerintah daerah dan pusat sangat penting. Kata Kunci: Pendidikan, Kepala Sekolah, Kinerja guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana seharusnya kepala sekolah beroperasi di sekolah. (1) fokus pada peningkatan kompetensi guru, (2) penyediaan dana yang cukup untuk meningkatkan profesionalisme guru, (3) pembinaan dan pembinaan guru secara profesional, (4) terciptanya budaya organisasi yang nyaman bagi guru, (5) mendorong inovasi dan kemajuan dalam sekolah, dan (6) pemberian berbagai penghargaan atas setiap prestasi yang dicapai guru merupakan enam upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja kompetensi guru. Oleh karena itu, kepala sekolah harus lebih aktif dan kreatif dalam bermitra dengan guru dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk meningkatkan kinerja guru. Pemerintah daerah (Dinas Pendiikan) dan pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) harus lebih serius memfasilitasi kepala sekolah karena kendalanya dalam menjalankan tanggung jawabnya dalam mendongkrak kinerja guru. Untuk meningkatkan fungsi kepala sekolah dan efektivitas guru di sekolah, dukungan pemerintah daerah dan pusat sangat penting.
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan di MTs Al-Faridiyah Karawang Natasya Sri Maharani; N. Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.012 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di MTs al-faridiyah; (2) strategi kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di MTs al-faridiyah. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berupaya menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) peran kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di MTs al-faridiyah yaitu kepala sekolah berperan sebagai manajer; sebagai pemimpin sebagai administrasor; (2) sebagai manajer kepala sekolah berperan sebagai perencana (keterampilan melakukan perencanaan). Pengelola sumber daya dan sebagai penggerak (keterampilan melaksanakan kegiatan); (3) sebagai administrator kepala sekolah melakukan kegiatan penyusun laporan apbs, menyimpan arsip, dimulai dari perencanaan, pengadaan, peraturan, penggunaan dan penghapusan; (4) sebagai pemimpin kepala sekolah bertanggungjawab atas semua pelaporan yang dibuat; (5) strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di MTs al-faridiyah yaitu dengan melakukan perencanaan barang tidak bergerak, pengadaan dengan pembelian, hibah, daur ulang, melakukan rehabilitasi dan kerja sama. Peraturan dengan cara inventarisasi, penyimpanan, dan pemeliharaan. Penggunaan baik secara langsung maupun tidak langsung serta penghapusan.
Peran Kepala Sekolah alam Mengembangkan Budaya Literasi di SDN Curug 1 Firda Rosdiana; N. Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.178 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4030

Abstract

Sekolah memiliki peran vital dalam peralihan budaya, peran tersebut sangat signifikan dalam megubah budaya masyarakat melalui generasi penerus bangsa indonesia yang masih duduk disekolah dasar. Peran tersebut tidak terlepas dari segi manajerial kepala sekolah dalam mendukung program budaya baca disekolah. Literasi adalah sarana siswa dalam mengetahui, memahami serta mempraktikan pembelajaran disekolah dengan melalui kegiatan dasar seperti membaca. Peran literasi sangat penting untung memberi pengalaman belajar sebagai dasar pengembangan kecakapan diri sekaligus sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya serta dunia kerja. Hal tersebut membuat kepala sekolah harus berupaya mengikatkan budaya literasi degan membuat suatu prgram yang mendukung agar terwuudnya budaya literasi disekolah. Adapun peran kepala sekolah dalam mengembangkan budaya literasi disekolah salah satunya dengan mengajak warga sekolah utuk bekerja sama dalam mengembangkan budaya literasi agar mampu berjalan dengan baik, kualitas literasi siswa pun semakin baik dan berkualitas.
Manajemen Kesiswaan dalam Memtivasi Belajar Siswa di MI Singaperbangsa Desa Manggung Jaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Dwi Indriyani; N. Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.994 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4045

Abstract

Motivasi merupakan proses spikis yang mendorong untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang. Melalui bimbingan belajar inilah siswa dapat diberi arahan-arahan agar siswa mempunyai semangat keinginan untuk belajar. Karena pada dasarnya untuk mencapai tujuan tersebut pembimbing harus memberikan arahan agar siswa termotivasi dalam belajarnya. Oleh sebab itu manajemen kesiswaan bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan harapan siswa memiliki semangat untuk belajar dan memperoleh hasil yang maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan mengatur siswa dalam memotivasi belajar siswa, mulai dari penerimaan siswa, pembinaan serta kegiatan ekstrakulikuler. Upaya manajemen kesiswaan untuk memotivasi belajar siswa di MI Singaperbangsa yaitu berkaitan dengan usaha guru untuk meningkatkan motivasi belajar yaitu perencanaan, pelaksanaan, maupun pembinaan kedisplinan yang menjadi tanggung jawab.