Ida Ayu Putu Sari
Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SALARAN DALAM UPACARA BHATARA PAMIJILAN DI DESA ADAT SELAT KABUPATEN KARANGASEM I Kadek Sumadiyasa; Ida Ayu Putu Sari; Ida Bagus Artha Triatmaja
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4082

Abstract

Salaran merupakan wujud persembahan karya cipta seni rupa keagamaan Hindu sebagai sarana bakti kepada Tuhan yang terbuat dari hasil bumi yaitu pala bungkah, palawija, dan pala gantung. Salaran dalam upacara pamijilan ini dipersembahkan kehadapan Ida Bhatara Ngerta Gumi dan Ida Bhatara Putra Piagem. Dalam upacara pamijilan Ida Bhatara Manca Desa Tedun ngerta gumi di Bale Agung Desa Selat sebagai anugerah kesuburan dan keselamatan pada umatnya. Keberadaan salaran ini menarik untuk diteliti karena mengandung nilai-nilai seni di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik interpretatif. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan yakni bentuk salaran dalam upacara bhatara pemijilan di Desa Selat yakni visualisasi barong, hewan berkaki empat, perahu, ikan, makhluk mitologi. Fungsi salaran yakni pendidikan Tri Hita Karana, estetika, magis, dan religius.
WARNA ALAM DALAM BENANG TENUN TRADISIONAL BALI PERSPEKTIF SENI RUPA HINDU I Kadek Sumadiyasa; I Ketut Suwidiarta; Ni Made Surawati; Ida Ayu Putu Sari
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna Bali dalam tatanan kebudayaan Bali sejak dahulu kala mengandung simbol-simbol ketuhanan yang dipakai dalam karya seni rupa. Warna alam bersifat unik mempunyai kandungan zat pewarna alami dan berkarakter anggun dan berwibawa. Warna alam mempunyai fungsi sesuai dengan kegunaannya baik secara pendidikan, seni, sosial, dan relegi. Warna alam ini dipergunakan secara turun temurun menghasilkan sapuan warna yang berkarakter dan mempunyai identitas kebalian. Dalam penelitian ini penulis akan membahas warna alam dalam benang tenun tradisional Bali perspektif seni rupa Hindu. Melihat perkembangan jaman terjadi fenomena yaitu warna alam yang semula telah tersisihkan penggunaannya dengan pemakaian warna sintetis, saat ini mulai digali karena disadari bahwa warna sintetis tidak ramah lingkungan dan mencemari kesehatan manusia, sedangkan warna alam ramah terhadap lingkungan dan tidak mencemari kesehatan manusia.