Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Paradoks Akreditasi Bintang di Era Digital: Analisis Sentimen Ulasan Wisatawan pada Hotel di Kuta, Bali Menggunakan Natural Language Processing (NLP) Putu Ayu Permatasari; Wayan Kiki Sanjaya; Fatrisia Yulianie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif relevansi sistem akreditasi bintang hotel formal melalui analisis kesesuaiannya dengan persepsi wisatawan yang tercermin dalam ulasan daring. Penelitian difokuskan terutama pada hotel berbintang 3 dan 4 di kawasan Kuta dengan mengangkat fenomena star accreditation paradox, yaitu kondisi ketika sinyal kualitas formal sering kali tidak sejalan dengan pengalaman aktual wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methodsdengan metode Natural Language Processing(NLP) dan Machine Learning untuk menganalisis 6.725 ulasan wisatawan yang diperoleh dari platform TripAdvisor dan Booking.com. Analisis sentimen berbasis lexicon-based yang divalidasi menggunakan Cohen's Kappa (κ = 0,86) menunjukkan bahwa 78,5% ulasan memiliki sentimen positif. Namun demikian, hasil uji Chi-Square yang sangat signifikan (χ² = 148,75; p < 0,001) membuktikan adanya kesenjangan yang nyata antara klasifikasi bintang hotel dan sentimen wisatawan. Hotel berbintang 4 memperoleh proporsi ulasan positif yang lebih tinggi (83,5%) dibandingkan hotel berbintang 3 (71,1%). Hasil regresi logistik multinomial menunjukkan bahwa aspek pelayanan (β = 0,812) dan kebersihan (β = 0,652) merupakan faktor dominan yang memengaruhi terbentuknya sentimen positif, sedangkan aspek harga menunjukkan korelasi negatif terhadap kepuasan wisatawan. Dalam proses klasifikasi sentimen, algoritma Support Vector Machine (SVM) menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi sebesar 99,37%. Temuan penelitian ini memperluas Expectation-Disconfirmation Theory dan Signaling Theoryke dalam konteks digital melalui konsep Digital Signaling.
MODEL PENGEMASAN PAKET WISATA BERKELANJUTAN PADA DAYA TARIK WISATA CEKING KABUPATEN GIANYAR Fatrisia Yulianie
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1100

Abstract

AbstractThe Ceking Tourist Attraction (DTW) in Tegallalang District, Gianyar Regency, Bali, is known for its panoramic terraced rice fields built using the traditional subak irrigation system. The beauty of this landscape has made it a favourite destination for domestic and foreign tourists. However, to maintain a balance between tourist attraction and environmental sustainability, innovation in tourism product packaging is needed. This study aims to analyse the existing conditions of tourism package packaging at DTW Ceking and formulate a concept for sustainable tourism package packaging in accordance with the characteristics of the destination. The study was conducted using a qualitative descriptive approach through field observations, interviews with managers and local communities and documentation studies. The results show that tourism package packaging is still oriented towards short visits and selfies, with limited involvement of the local community. The recommended sustainable tourism package packaging integrates education on the subak system, community participation and environmental conservation to improve the quality of the tourist experience and the sustainability of the destination. The results are three main package designs, Sunrise & Subak Story, Handcraft & Harvest and Green Circuit, which are compiled based on the principles of the Global Sustainable Tourism Council (GSTC). The application of this model is expected to strengthen the local economy, preserve culture and create a quality tourism experience. Further research is needed to examine the implementation of sustainable tourism packages, the environmental carrying capacity of Ceking Tourist Attraction and collaborative governance to ensure its sustainability.Keywords: Tourism Packages; Sustainable Tourism; Ceking Tourist Attraction; GianyarAbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Ceking di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal dengan panorama sawah bertingkat yang dibangun melalui sistem irigasi tradisional subak. Keindahan lanskap ini telah menjadikannya destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, untuk menjaga keseimbangan antara daya tarik wisata dan keberlanjutan lingkungan, diperlukan inovasi dalam pengemasan produk wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengemasan paket wisata di DTW Ceking serta merumuskan konsep pengemasan paket wisata berkelanjutan sesuai dengan karakteristik destinasi. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat lokal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan paket wisata masih berorientasi pada kunjungan singkat dan aktivitas swafoto, dengan keterlibatan masyarakat lokal yang terbatas. Pengemasan paket wisata berkelanjutan yang direkomendasikan mengintegrasikan edukasi sistem subak, partisipasi masyarakat, serta konservasi lingkungan untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan keberlanjutan destinasi. Hasilnya berupa tiga rancangan paket utama, Sunrise & Subak Story, Handcraft & Harvest dan Green Circuit yang disusun berdasarkan prinsip Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Penerapan model ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, menjaga kelestarian budaya dan menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji implementasi paket wisata berkelanjutan, daya dukung lingkungan DTW Ceking, serta tata kelola kolaboratif untuk menjamin keberlanjutannya.Kata Kunci: Paket Wisata; Pariwisata Berkelanjutan; Daya Tarik Wisata Ceking; Gianyar
PENGUATAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA WISATA BATU KUMBUNG NUSA TENGGARA BARAT Fatrisia Yulianie; I Gusti Agung Ayu Widiastri; I Komang Gede Aditya Aristana; Putu Reggina Pritiya Rajani Kaniaka; I Made Sandi Koriada; Dwi Erza Purnama
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 12 No 1 (2026): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/e3zjav76

Abstract

The development of tourism village requires community readiness to ensure that cultural, natural, and creative economic resources can be managed sustainably. This program was conducted to strengthen community insight of Community-Based Tourism (CBT) and improve hospitality competencies rooted in local culture in Batu Kumbung Tourism Village, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The program was conducted on 21-23 May 2026 through participatory training ang mentoring involving village officials, tourism awareness groups, local entrepreneurs, and community members. The methods included lectures, discussions, service simulations, observations, and participant evaluations. The results indicated increased understanding of community roles in tourism village management, improved awareness of hospitality principles, and stronger commitment to collaborative destination development. Participants also identified future needs for training in tour guiding, tourism  communication, destination promotion, and tourism village management. The activity contributed to improving community readiness in development a sustainable tourism village based on local culture.