This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Maria Alexanderina Leha, Maria Alexanderina
Baristand Industri Ambon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALAT PENGERING IKAN Leha, Maria Alexanderina
Majalah BIAM Vol 9, No 1 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.606 KB)

Abstract

Pengering mekanik dapat digunakan untuk mengeringkan produk perikanan tanpa tergantung pada kondisi alam (hujan), proses produksi terus berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk memanipulasi pengering menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk menghasilkan ikan asin dengan kualitas yang baik. Alat pengering di-rekayasa membentuk kabinet dan berbentuk konstruksi piramida, dan terkait dengan cerobong asap menggunakan pelat baja sebagai dinding dan sudut baja sebagai bingkai, dengan pipa beton sebagai saluran panas. Uji kemam-puan pengering menggunakan 3 jenis ikan, yaitu ikan tuna, layang-layang dan ikan teri. Hasil pengujian dengan menggunakan kemampuan pengering dari alat untuk tuna menggunakan waktu pengeringan 8 jam, 7 jam untuk ikan layang-layang dan 6 jam untuk ikan teri. Untuk mendapatkan kualitas ikan asin digunakan SNI - 01-2708 - 1992 dan SNI -01-2708 - 1992 untuk persyaratan kualitas ikan asin. Hasil analisis kualitas kering ikan asin dan ikan teri kering dapat memenuhi standar SNI dimaksud.
PENGOLAHAN SOPI MENJADI MINUMAN ANGGUR Radiena, Mozes SY.; Leha, Maria Alexanderina
Majalah BIAM Vol 11, No 1 (2015): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.558 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian menghasilkan produk minuman anggur sopi berkadar alkohol rendah dan memperbaiki masa simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan natirum benzoat sebagai pengawet dalam produk minuman anggur sopi dari perlakuan (A1) alkohol 10%, perlakuan (B1) alkohol 12%, dan perlakuan (C1) alkohol 15%, penambahan sari buah nenas 2 liter, gula 20%, dan konsentrasi pengawet 0,05gr berpengaruh terhadap mutu dan masa simpan produk. Hasil uji laboratorium terhadap parameter kadar gula, vitamin C dan kadar air dari ketiga perlakuan (A1), (B1), dan (C1) pada penyimpanan 0-30 hari mengalami penurunan, sedangkan parameter alkohol dari perlakuan (A1), perlakuan (B1), dan perlakuan (C1) mengalami peningkatan selama penyimpanan 0 -30. Hasil uji organoleptik terhadap parameter warna, rasa dan aroma menunjukkan bahwa minuman anggur sopi dengan perlakuan B1, rasa nenas, alkohol 12%, pengawet natrium benzoate, 0.005gr dan masa simpan 0-30 hari lebih disukai oleh panelis dibandingkan dengan perlakuan (A1) dan perlakuan (C1). Kadar alkohol dari minuman anggur sopi perlakuan (A1), alkohol 10%, natrium benzoate 0,05gr, penambahan sari buah nenas, penyimpanan 0-30 hari yang dihasilkan dari penelitian ini masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6103-1999 (anggur rendah alkohol), sedangkan kadar alkohol dari perlakuan (B1) dan perlakuan (C1) sudah melewati batas yang ditetapkan dalam SNI.
FORTIFIKASI SURIMI IKAN RUCAH TERHADAP MUTU MIE BASAH Leha, Maria Alexanderina
Majalah BIAM Vol 9, No 1 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.144 KB)

Abstract

Studi tentang pengaruh fortifkasi pengolahan mie dengan surimi ikan rucah di level 20% masing-masing telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari jumlah hasil (rendemen) ikan cincang yang dapat dimanfaatkan untuk surimi terdiri dari 3 (tiga) jenis. yaitu gulamah (Argyrosomus sp.), Kurisi (Nemipterus sp.) Dan tigawaja (Argyrosomus amoyensis), kuantitas/ rendemen atau akhir produk mie rebus terbuat dari 1 spesies dan  dicampur  dengan  2-3  spesies,  kualitas  dan  nilai  kalori  produk,  dan  tingkat  penerimaan  konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jumlah hasil  ikan cincang adalah: 35,2% (gulamah), 32,4% (kurisi) dan 33,3% (tigawaja). Ini untuk memproduksi untuk mie rebus sekitar 0.337 kali. Kualitas mie rebus mengandung kadar air 53,18-58,23%, protein 4,02-5,0%,  lemak 1,76-2,22%,  abu 0,75-1,75%, karbohidrat konten 32,17-36,84%, pH 6,42-6,74, TVB 6,72-20,58 mgN%, TPC 5,24-5,66 (log X) atau 1,7 x 105 - 4,6 x 105 koloni. Nilai kalori 164,5 - 181,8 kkal. Nilai uji sensorik dari produk ini adalah 6,9-7,4 (mungkin). Tingkat penerimaan konsumen untuk mie rebus 80,0-83,3%.
PENGEMBANGAN ALAT PRODUKSI KITIN DAN KITOSAN DARI LIMBAH UDANG Leha, Maria Alexanderina
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.013 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan alat produksi kitin dan kitosan telah dilakukan. Peralatan tersebut menggunakan sistem jaket panas dengan metode transfer panas secara konduksi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penghantar panas secara konduksi lebih baik, dapat menghantarkan panas secara langsung pada proses demineralisasi, deproteinisasi dan deasetilasi. Meningkatkan efektiftas hingga 41,4%, meningkatkan nilai konduktivitas panas hingga 10% dan meningkatkan  rendemen kitin hingga 38% dan kitosan 31,8%. Kualitas dari produk kitosan,  seperti kadar air, kenampakan, derajat deasetilasi, solubility pada CH2COOH 0,5% cocok dengan standar dari negara Jepang dan Korea.