HELMI HARIS MUNANDAR
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DINAS SYARI’AT ISLAM DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM DI KOTA BANDA ACEH HELMI HARIS MUNANDAR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): volume 8, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sebagai agama besar rentan terhadap perpecahan yang mengarah pada munculnya ajaran - ajaran baru yang menyimpang dari ajaran dasar Islam tidak terkecuali Propinsi Aceh. Lewat Surat Edaran yang di keluarkan oleh PLt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang berkaitan dengan perbedaan paham atau aliran-aliran dalam Islam di Aceh pada tanggal 13 Desember 2019 yang berisi tentang larangan untuk mengadakan pengajian selain dari I’tiqad Ahlusunnah Waljamaah yang bersumber hukum mazhab syafi’iyah. Maka Peran Dinas syari’at Islam di Kota Banda Aceh sangat penting, dikarenakan banyaknya kasus perseteruan antar sesama pemeluk Agama Islam di Aceh. Baik kasus tentang perbedaan pendapat, atau hal lainnya yang berdampak pada keresahan masyarakat Aceh itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Peran Dinas Syari’at Islam Kota Banda Aceh dalam mengahadapi perbedaan Aliran-Aliran Islam di Kota Banda Aceh dan Untuk mengetahui apa saja kendala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dalam menghadapi perbedaan Aliran-Aliran Islam di Kota Banda Aceh. Metode Penelitian ini menggunakan teori peran dan teori Toleransi Beragama yang memakai metode pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan obesrvasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah peran Dinas Syari’at Islam Kota Banda Aceh dalam menghadapi perbedaan berbagai aliran-aliran Islam di Kota Banda Aceh tentu tidak bisa dilepaskan dari aliran-aliran tersebut yang harus diketahui oleh pihak DSI Kota Banda Aceh. Meskipun kendala dalam melakukan hal itu adalah menyangkut tenaga SDM yang sebagian belum memahami berbagai aliran-aliran dalam Islam yang berkembang di Aceh dan Kendala internal lainnya juga masih minimnya pelaksanaan kebijakan sosialisasi oleh pihak DSI Kota Banda Aceh terkait aliran-aliran Islam yang dilarang dalam masyarakat. Maka Sebagai pihak yang mengayomi masyarakat untuk tidak saling berkonflik Dinas Syari’at Islam hendaknya agar terus meningkatkan peranannya dalam menghadapi berbagai perbedaan aliran-aliran Islam yang berkembang. Kata Kunci: Peran, Dinas Syari’at Islam, Aliran Islam