This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Voulda D. Loupatty, Voulda D.
Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFISIENSI PENGGUNAAN LARUTAN ALKALI NaOH DALAM PENGOLAHAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA MENJADI SEMIKARAGINAN Loupatty, Voulda D.; Moniharapon, Angciovioletta
Majalah BIAM Vol 10, No 1 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.193 KB)

Abstract

Penelitian  “Efsiensi  Penggunaan  Larutan  Alkali  Dalam  Pengolahan  Rumput  Laut  Euchema  Menjadi Semikaraginan“,  dilakukan  dengan  tujuan  untuk mengkaji  efsiensi  penggunaan  larutan  alkali  dalam  hal  ini NaOH  dalam proses pengolahan semikaraginan. Adapun perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah A = Jenis rumput laut  terdiri dari A1 = Eucheuma cottonii; A2 = Eucheuma spinosum; B = Konsentrasi larutan NaOH  terdiri dari B1 =  0,5N dengan tiga tingkatan perendaman, B11 = Perendaman I (0,5N), B12 = Perendaman II (sisa rendaman I setelah penetapan N), B13 = Perendaman III (sisa rendaman II setelah penetapan N); B2 = 1N dengan tiga tingkatan perendaman, B21 = Perendaman I (1N), B22 = Perendaman II (sisa rendaman I setelah penetapan N), B23 = Perendaman III (sisa rendaman II setelah penetapan N). Parameter yang diuji adalah rendaman, kadar air, kadar abu dan kadar karaginan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan alkali dapat meningkatkan mutu rumput laut, dalam hal ini kadar karaginannya. Konsentrasi alkali (NaOH) terbaik untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii adalah 1N, sedangkan jenis Eucheuma spinosum adalah 0,5N. Disarankan untuk efsiensi penggunaan alkali, maka sisa rendaman I dan II dapat digunakan kembali setelah disaring untuk mendapatkan larutan alkali yang lebih bersih, dan bila perlu dilakukan penambahan konsentrasi alkali untuk menaikan konsentrasi alkali sesuai yang diinginkan.
PERBAIKAN GIZI ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN DAN BUAH PEPAYA Hadinoto, Sugeng; Loupatty, Voulda D.
Majalah BIAM Vol 11, No 1 (2015): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.772 KB)

Abstract

Produksi es krim dunia pada tahun 2003 mencapai lebih dari satu miliar liter dan dikonsumsi oleh miliaran konsumen per tahun. Komponen es krim secara umum adalah lemak, padatan susu tanpa lemak, gula, bahan penstabil dan pengemulsi. Bahan penstabil pada es krim berfungsi mencegah pembentukan kristal es yang besar dalam produk es krim dan digunakan dalam jumlah yang kecil sehingga pengaruh terhadap nilai gizi pangan dan citarasa dapat diabaikan (Arbuckle 1986). Bahan penstabil yang digunakan pada penelitian ini adalah karaginan yang diekstrak dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii dan buah pepaya yang banyak mengandung pektin. Selain sebagai penstabil, buah pepaya sengaja ditambahkan untuk memberikan citarasa pepaya yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki nilai gizi es krim dengan penambahan karaginan sebagai pengganti bahan penstabil dan buah pepaya sebagai sumber pektin pada pembuatan es krim. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah penambahan karaginan sebanyak 5 gram dan 7 gram, dan buah pepaya ditambahkan pada konsentrasi 200 gram dan 400 gram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K1P1, yaitu penambahan karaginan sebanyak 5 gram dan buah pepaya sebanyak 200 gram merupakan formula yang terbaik dengan nilai gizi sebagai berikut : lemak 4,55%, protein 3,34%, viskositas atau kekentalan 98,77 cp dan Angka Lempeng Total 1,31 x 10 koloni/g.
PEMANFAATAN BIOETANOL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH Loupatty, Voulda D.
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.168 KB)

Abstract

Kebutuhan minyak bumi cenderung meningkat sebaliknya cadangan minyak bumi makin menipis. Untuk itu pemanfaatan  bioetanol sebagai sumber energy alternative,  perlu mendapat perhatian serius dalam mengatasi masalah bahan bakar minyak di saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan bahan baku , teknologi produksi, aplikasi bioetanol sebagai substitusi minyak tanah dan kelayakan usaha bioetanol. Penelitian ini menggunakan pendekatan data sekunder sebagai sumber datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bahan baku bioetanol cukup beragam dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak di Inbonesia  Namun yang perlu mendapat perhatian serius adalah rumput laut. Teknologi budidaya rumput laut mudah dan murah dengan waktu panen yang cukup singkat (sekitar 45 hari). Volume produksi bioetanol rumput laut cukup besar dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Kelayakan usaha bioetanol mempunyai keuntungan ganda karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang budidaya bahan baku, indutri bioetanol maupun produksi kompor bioetanol.Â