This Author published in this journals
All Journal MAJALAH BIAM
Joice PM Kolanus, Joice PM
Baristand Industri Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU BAGEA SAPARUA DENGAN FORTIFIKASI SURIMI DAN KARAGINAN Kolanus, Joice PM
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.747 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh  formulasi  terbaik dari  fortifkasi  surimi dan karaginan yang dapat meningkatkan mutu bagea Saparua. Penelitian ini dibagi dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu : tahap pembuatan surimi;  pembuatan bagea dengan formulasi surimi (5%, 10%, 15%, dan 20%) dan karaginan (2%, 3%, 4%) serta pengamatan mutu terhadap organoleptik menggunakan skala hedonik, uji kimiawi (proksimat, serat kasar, amilosa, amilopektin) dan fsika (profl tekstur) bagea. Berdasarkan penilaian organoleptik menunjukkan bahwa  fortifkasi  15%  surimi  dan  3%  karaginan  merupakan  formulasi  yang  disukai  panelis  dan  mampu meningkatkan mutu gizi bagea Saparua yaitu mengandung 11,56% protein; 2,48% abu; 7,21% serat kasar; 2,74% kadar  air;  7,33%  lemak;  dan  nilai  profl  tekstur  kekerasan  dan  kerenyahan  berturut-turut  sebesar  4367,90gf dan  2350,77gf.  Kisaran  kadar  amilosa  terendah  sampai  tertinggi  adalah  23,78  sampai  29,48  g/100g.  Kadar amilopektin yaitu antara 40,97 sampai 47,75 g/100g. Bagea Saparua  fortifkasi potensial untuk dikembangkan sebagai  oleh-oleh  khas  daerah  Maluku  Tengah  dan  mampu  memberi  sumbangan  gizi  protein  masyarakat.
KARAKTERISTIK MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAP MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA Hadinoto, Sugeng; Kolanus, Joice PM; Manduapessy, Komers RW
Majalah BIAM Vol 12, No 1 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.639 KB)

Abstract

Penggunaan asap cair pada pembuatan ikan cakalang asap merupakan upaya untuk mengatasi kelemahan pada pengasapan tradisional, namun produk ikan cakalang asap juga bisa mengalami kerusakan, kerusakan pada ikan asap disebabkan terutama oleh pertumbuhan mikroba karena penanganan produk yang tidak tepat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan cakalang asap berdasarkan SNI 2725.1:2009. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan merendam ikan pada kombinasi konsentrasi garam 4% dan konsentrasi asap cair  tempurung kelapa 4% yang dioven selama ± 8  jam pada suhu 50  - 800C. Hasil uji organoleptik yang dilakukan terhadap ikan cakalang asap menunjukkan nilai rata-rata untuk spesifikasi kenampakan 7,4; spesifikasi bau  7,6;  spesifikasi  rasa  8,4;  spesifikasi  tekstur  7,9;  lendir  dan  jamur  masing-masing  9,  analisis terhadap cemaran mikroba menunjukkan nilai Angka  Lempeng  Total  <1,0  x  101  koloni/g,  Escherichia  coli  <3  APM/g, Salmonella sp dan Vibrio cholerae negatif, dan Staphylococcus aureus < 1,0 x 101 koloni/g. Sedangkan analisis kimia menunjukkan nilai  kadar air 59,00%, kadar garam 0,08% dan histamin 42,32 mg/g. Dari penelitian  yang telah  dilakukan  dapat  diambil  kesimpulan  bahwa  produk  ikan  cakalang  asap  yang  diolah  telah  sesuai  dengan standar yang sudah ditetapkan berdasarkan SNI 2725.1:2009.