Mirawati Mirawati
Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran TPS Dengan Alat Peraga Pada IPA Getaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Karangtanjung Tahun Pelajaran 2017/2018 Mirawati Mirawati
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 05 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i05.1765

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini membahas dua permasalahan utama: pertama, bagaimana menerapkan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) dengan menggunakan alat peraga sederhana dalam mata pelajaran IPA, khususnya pada materi getaran; kedua, apakah penerapan Model Pembelajaran TPS tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII D di SMP Negeri 1 Karangtanjung pada mata pelajaran IPA materi pokok getaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara penerapan Model Pembelajaran TPS dengan alat peraga sederhana pada mata pelajaran IPA, serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Karangtanjung pada mata pelajaran IPA materi pokok getaran melalui penerapan Model Pembelajaran TPS dengan alat peraga sederhana. Subjek penelitian ini terdiri dari 41 siswa kelas VIII D yang terdiri dari 21 laki-laki dan 20 perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terjadinya peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII D melalui penerapan model pembelajaran TPS (Think,Pair,Share). Nilai rata-rata siswa pada tes akhir siklus I adalah 55,37 dan hanya 7 siswa (17,07%) yang berhasil mencapai nilai tuntas. Namun, nilai rata-rata kelas meningkat pada siklus II menjadi 82,93 dan 34 siswa (82,93%) berhasil mencapai nilai tuntas, baik secara individual maupun klasikal. Selain itu, perhatian dan antusiasme siswa meningkat dan mereka terlibat aktif dalam diskusi kelompok, yang menunjukkan efektivitas kegiatan tersebut. Selain itu, siswa juga mampu mengemukakan pendapat mereka sendiri.