Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TEMPERING DAN WAKTU TAHAN PADA PROSES PENGELASAN GMAW TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA AISI 1045 Wardani, Rizky Ari; Carsoni, Carsoni; Ma’mun, Hisyam
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Proses pengelasan mengalami pemanasan yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur atau sifat fisis bahan. Proses pengelasan logam yang dibutuhkan oleh industri manufaktur salah satunya adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). GMAW memiliki keuntungan diantaranya efisiensi yang tinggi, tidak menghasilkan slug/terak dan hasil lasan memiliki ketangguhan dan elastisitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variansi temperatur tempering pada sambungan pengelasan GMAW terhadap kekerasan dan ketangguhan baja AISI 1045 dengan variansi temperatur 300°C selama 30 menit, 450°C selama 60 menit, dan 600°C selama 90 menit. Diperoleh rata-rata data masing-masing 36.9 HRC, 47.2 HRC, dan 56.4 HRC. Nilai kekerasan rata-rata tertinggi ialah pada variansi temperatur 600°C selama 90 menit dengan nilai kekerasan rata-rata 56.4 HRC. Kemudian pada pengujian impak, nilai uji impak pada variansi temperatur 300°C selama 30 menit, 450°C selama 60 menit, dan 600°C selama 90 menit. Diperoleh rata-rata data masing-masing 2.06 joule/mm², 2.18 joule/mm², dan 2.30 joule/mm². Nilai ketangguhan impak tertinggi ialah pada variansi temperatur 600°C selama 90 menit dengan nilai ketangguhan impak 2.30 joule/mm². Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin besar temperatur dan waktu tahan yang digunakan, maka semakin tinggi nilai kekerasan dan ketangguhan impak baja AISI 1045.
The Potential of Mechanic Vibration for Generating Electric Energy Hakim, Muhammad Afta Dzikril; Amiruddin, Muhammad; Hasto, Ken; Margono, Margono; Harjanto, Imadudin; Carsoni, Carsoni; Farikhah, Irna; Setyoadi, Yuris; Nuroso, Harto; Kaltsum, Ummi
Advance Sustainable Science, Engineering and Technology Vol 2, No 2 (2020): May-October
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v2i2.7054

Abstract

The purpose for this study is to convert mechanical vibration into electrical Power. Our target is to provide enough power for 1.2 V rechargeable battery having 160 . The investigation was conducted experimentally in electrical mechanical engineering laboratory. Four piezoelectric was connected to circuits in series mode called 1 module. In order to recharge the battery having voltage 1.2 volt, the measurement of the intensity of the loudspeaker was verified. According to table 1, it was found that at 2  of vibration is best because the value is 1.4 V nearest to 1.2 V. It was found that the mechanical vibration can be converted into electric power. It was found that to recharge 160  having 1.2 V, the 20 modules are needed.