Pemanfaatan bahan lokal menjadi produk bernilai guna memerlukan pengetahuan, pengalaman praktik, dan pemahaman dasar mengenai pengembangan produk. Program SERASI (Serai Inovasi) dirancang sebagai kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan serai yang mengintegrasikan pengenalan bahan, pengembangan produk, branding, labeling, dan target pasar. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan serta menggambarkan keterampilan dan respons peserta setelah mengikuti program SERASI di Desa Nainggolan. Evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest pada 54 peserta perempuan. Pengetahuan diukur menggunakan 20 butir soal sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan keterampilan dinilai melalui lima indikator observasi dan respons peserta melalui 15 pernyataan skala 1–4. Perubahan skor pengetahuan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test karena distribusi skor perubahan tidak memenuhi asumsi normalitas. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 84,26 ± 9,78 pada pre-test menjadi 93,15 ± 5,93 pada post-test, dengan perubahan rata-rata 8,89 ± 5,29 poin. Sebanyak 48 peserta mengalami peningkatan, lima tidak berubah, dan satu mengalami penurunan; perbedaan skor terdeteksi secara statistik (Z = -6,13; p < 0,001; r = 0,83). Seluruh domain materi mengalami peningkatan, dengan perubahan terbesar pada potensi dan pemanfaatan serai sebesar 14,07 poin. Keterampilan yang teramati memiliki rerata 79,26 ± 9,54 pada skala 0–100, sedangkan respons peserta mencapai 3,70 ± 0,22 pada skala 1–4. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif pada pengetahuan setelah kegiatan, disertai keterampilan praktik yang teramati dan respons peserta yang positif. Temuan tetap perlu ditafsirkan sesuai desain tanpa kelompok kontrol sehingga belum mendukung kesimpulan kausal.