Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keadilan Terhadap Keputusan Hukum Sesat Berhubungan Pada Hilangnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Hukum Gadis Fransiska Apriliana Sari; Ibrahim Asyam Qurrataa'yun; Ihsanudin Herry Setyawan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.816

Abstract

Hukum dan keadilan masih menjadi perhatian besar di Indonesia pada era globalisasi saat ini. Sebagai negara hukum, Indonesia menjamin keadilan bagi warganya yang sesuai dengan hukum yang ada lewat kekuasaan kehakiman melalui jalur peradilan, namun terbukti banyaknya kasus yang menimpa orang bawah pada belakangan ini. Adanya sejarah peradilan yang menyimpaang di Indonesia setelah kemerdekaan yang telah terungkap, secara umum disebabkan karena bahan baku yang diperoleh oleh pihak kepolisian ataupun penyedik bukan kebenaran yang sebenarnya (materiele waarheid). Ironisnya, meskipun Indonesia sudah memasuki era reformasi, penegakan hukum di Indonesia masih stagnan, tidak ada peningkatan dari era sebelumnya. Ketikan suatu perbuatan yang tidak layak diadili, tetapi tetap dipaksakan untuk diajukan ke hadapan persidangan, maka sudah pasti terjadi pelanggaran HAM. Terdapat rumusan masalah yang dari penulisan ini dihapuskannya batasan bukti dalam upaya membela kebenaran, hakim, jaksa, terdakwa dan pengacara, segala sesuatu yang berkaitan dengan aturan dan prosedur serta penilaian alat bukti yang telah diwajibkan oleh undang-undang. Akibat dari keadilan sesat (miscarriage of justice) sangat merugikan korban yang tidak bersalah yang memunculkan fikaran negatif pada masyarakat, dimana masyarakat tidak akan percaya dan menghormati hukum.
The Implementation of Land Control Indicated as Abandoned in Realizing Legal Certainty of Land Rights (Study at the Klaten Regency Land Office) Ihsanudin Herry Setyawan
Indonesian Journal of Agrarian Law Vol. 3 No. 3 (2026): Land Registration, Legal Certainty, and Dispute Resolution: Transactions, Licen
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jal.v3i3.48307

Abstract

Through the inventory and identification procedure conducted by the Klaten Regency Land Office, this study seeks to analyse the application of land management indicated by abandonment in achieving legal certainty of the status of land rights and averting land disputes. This research is motivated by the fact that the use of land is still inconsistent with the purpose for which the rights were granted, thereby creating the potential for legal uncertainty and conflicts in land tenure. The research uses an empirical juridical approach with a qualitative descriptive method through document studies, interviews, and field observations. The results of the study show that the implementation of the land inventory indicated to be abandoned by the Klaten Regency Land Office has been carried out based on the provisions of Government Regulation Number 20 of 2021, through the stages of data collection, verification, field monitoring, and report preparation. However, the effectiveness of its implementation still faces various obstacles, such as limited administrative data, lack of coordination between agencies, limited resources, low participation of rights holders, and land ownership by other parties. However, inventory activities have implications for increasing legal certainty and have a preventive function in preventing potential disputes by providing clarity on the status and use of land. Therefore, it is necessary to strengthen data integration, cross-sector coordination, and increase public legal awareness to support the optimization of abandoned land management.