Novirina Hendrasarie
Jurusan Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran “, Surabaya Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penurunan Beban Organik Limbah Batik Jetis Menggunakan Adsorben Serat Tebu, Kulit Kedelai dan Kulit Bawang Barbara Tenesia Belaon; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6122

Abstract

Industri batik merupakan satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna yang tinggi yang dihasilkan dari proses pewarnaan kain batik. Limbah batik akan menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan. Adapun penelitian ini memanfaatkan serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang sebagai adsorben dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik melalui proses adsorpsi secara kontinu menggunakan fixed bed colom dengan proses koagulasi sebagai pre-treatment. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan adsorben serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik. Juga untuk mengetahui jenis adsorben yang optimal, kapasitas absorbansi serta kondisi optimum berdasarkan variasi jenis dan tinggi adsorben yang digunakan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis adsorben yaitu serat tebu, kulit kedelai dan kulit bawang, serta tinggi adsorben yaitu 15 dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben serat tebu variasi tinggi adsorben 25 cm ialah adsorben yang paling optimal dalam menurunkan kadar warna dengan persen penyisihan 93,23%, COD 94,29% penyisihan, dan 93,08% penyisihan TDS dengan kapasitas adsorpsi sebesar 2,96588 mg/g dengan waktu jenuh pada menit ke 60.
Evaluasi Perbandingan Gas Buang Hasil Pengolahan Sampah Domestik Menggunakan Teknologi Termal Rizki Kurnia Putra; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6149

Abstract

Kuantitas limbah padat domestik berbanding lurus dengan kenaikan jumlah penduduk. Pengumpulan dan pembuangan limbah memerlukan sistem pengelolaan limbah padat yang bersih dan efektif. Sistem pengelolaan limbah padat yang efisien biasanya akan tumbuh sebanding dengan ukuran pemukiman dan pendapatan per kapita penduduk. Teknologi pembakaran limbah kota memegang peranan penting dalam mengolah dan juga memampatkan produksi limbah pemukiman/perkotaan. Hal tersebut dikarenakan selain berperan dalam proses penyusutan volume limbah padat, teknologi pembakaran yang sesuai adalah insinerasi dan gasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi  perbandingan gas buang hasil pengolahan sampah domestik menggunakan teknologi termal insinerasi dan gasifikasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan uji emisi pada insinerasi dan gasifikasi dengan variasi sampah biodegradable, non-biodegradable, dan campuran. Hasil yang didapatkan adalah Kadar CO terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada insenerasi dengan nilai 31,86 mg/Nm3. NOx terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insinerasi dengan nilai 63,22 mg/Nm3. HCl terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insinerasi dengan nilai 12,53 mg/Nm3. SO2 terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insenerasi dengan nilai 40,63 mg/Nm3.
Penurunan Beban Organik Limbah Batik Jetis Menggunakan Adsorben Serat Tebu, Kulit Kedelai dan Kulit Bawang Barbara Tenesia Belaon; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6122

Abstract

Industri batik merupakan satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna yang tinggi yang dihasilkan dari proses pewarnaan kain batik. Limbah batik akan menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan. Adapun penelitian ini memanfaatkan serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang sebagai adsorben dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik melalui proses adsorpsi secara kontinu menggunakan fixed bed colom dengan proses koagulasi sebagai pre-treatment. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan adsorben serat tebu, kulit kedelai, dan kulit bawang dalam menurunkan kadar warna pada limbah batik. Juga untuk mengetahui jenis adsorben yang optimal, kapasitas absorbansi serta kondisi optimum berdasarkan variasi jenis dan tinggi adsorben yang digunakan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis adsorben yaitu serat tebu, kulit kedelai dan kulit bawang, serta tinggi adsorben yaitu 15 dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben serat tebu variasi tinggi adsorben 25 cm ialah adsorben yang paling optimal dalam menurunkan kadar warna dengan persen penyisihan 93,23%, COD 94,29% penyisihan, dan 93,08% penyisihan TDS dengan kapasitas adsorpsi sebesar 2,96588 mg/g dengan waktu jenuh pada menit ke 60.
Evaluasi Perbandingan Gas Buang Hasil Pengolahan Sampah Domestik Menggunakan Teknologi Termal Rizki Kurnia Putra; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6149

Abstract

Kuantitas limbah padat domestik berbanding lurus dengan kenaikan jumlah penduduk. Pengumpulan dan pembuangan limbah memerlukan sistem pengelolaan limbah padat yang bersih dan efektif. Sistem pengelolaan limbah padat yang efisien biasanya akan tumbuh sebanding dengan ukuran pemukiman dan pendapatan per kapita penduduk. Teknologi pembakaran limbah kota memegang peranan penting dalam mengolah dan juga memampatkan produksi limbah pemukiman/perkotaan. Hal tersebut dikarenakan selain berperan dalam proses penyusutan volume limbah padat, teknologi pembakaran yang sesuai adalah insinerasi dan gasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi  perbandingan gas buang hasil pengolahan sampah domestik menggunakan teknologi termal insinerasi dan gasifikasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan uji emisi pada insinerasi dan gasifikasi dengan variasi sampah biodegradable, non-biodegradable, dan campuran. Hasil yang didapatkan adalah Kadar CO terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada insenerasi dengan nilai 31,86 mg/Nm3. NOx terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insinerasi dengan nilai 63,22 mg/Nm3. HCl terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insinerasi dengan nilai 12,53 mg/Nm3. SO2 terendah adalah variabel biodegradable 100 Kg pada Insenerasi dengan nilai 40,63 mg/Nm3.