Adapun tujuan Penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui permasalahan siswa terhadap literasi media sebagai control beretika di media sosial kelas X Sma negeri 1 kualuh selatan, (2) untuk mengetahui cara siswa kelas X Sma negeri 1 kualuh selatan berinteraksi di dalam media sosial, (3) untuk mengetahui peran sekolah dalam menerapkan literasi di media sosial sebagai kontrol beretika siswa kelas X Sma negeri 1 kualuh selatan kec. kualuh selatan kab. labuhan batu utara. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Febuari 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis pedekatan fenomenologis. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah meliputi kepala sekolah, guru mata pelajaran ips, guru literasi media dan siswa/ siswi Sma Negeri 1 kualuh Selatan kec. Kualuh selatan kab. labuhan batu utara. Setelah data diproses selanjutnya dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Permasalahan Siswa Terhadap Literasi Media Sebagai Kontrol Beretika Di Media Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kualuh Selattan Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhan Batu Utara menurut peneliti Permasalahan Kontrol Beretika Di Media Sosial dalam kegiatan literasi digital peran guru sudah cukup baik dalam membina siswa dalam menggunakan media sosial dengan kegiatan memberikan karya siswa didalam media sosial dan mengunakan bahasa yang sopan dan satun.2) Dari hasil pengamatan peneliti saat melakukan observasi terdapat cukup banyak permasalahan yang dialami siswa terutama pada masalah sosial dengan teman sekelas. Di dalam kelas peneliti melihat kurangnya interaksi sosial yang dilakukan siswa, baik itu dengan guru maupun dengan teman sekelasnyak. 3) Peran Sekolah Dalam Menerapkan Literasi Media Sebagai Kontrol Beretika di Media Sosial Kelas X SMA N 1 Kualuh Selatan Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhan Batu Utara. Dalam menanamkan literasi media di dalam sekolah, Siswa harus ada peningkatan keterampilan, guru perlu adanya peningkatan pengetahuan serta kreativitasnya dalam proses pembelajaran literasi digital, serta kepala sekolah harus memberikan fasilitas warga sekolah dalam mengembangkan literasi digital sekolah Gerakan literasi media sekolah sekarang sudah mulai berubah dari literasi baca tulis secara manual dengan penggunaan media cetak beralih ke media digital yang biasa disebut literasi digital. Contohnya para guru menyediakan grup whatsapp untuk berdiskusi mengenai pelajaran disekolah, perpustakaan menyediakan digital library yang mendukung siswa untuk membaca buku secara digital