Rendahnya minat baca siswa merupakan polemik yang belum juga usai di Indonesia. Tohir mengatakan hasil kajian PISA 2018 di Indonesia mengalami penurunan yang mana pada kategori membaca Indonesia berada di peringkat ke-6 dari bawah dengan skor rata-rata 377. Juga membawa orang lebih dekat individu dengan kesenjangan kemiskinan. Kunci berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar ditentukan oleh kemampuan membaca siswa. Oleh karenanya, dilakukan penelitian mengenai “Strategi Kepala Sekolah Dalam Memotivasi Budaya Minat Baca Di SMP IT Al – Hijrah 2 Deli Serdang”. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Strategi Kepala Sekolah menjelaskan bahwa untuk dapat Meningkatkan Minat Membaca Siswa ialah dengan cara menampilkan bahwa pimpinan sekolah lebih menekankan pada strategi - strategi dari pengelolaan sarana perpustakaan, layanan perpustakaan atau klinik membaca , pengadaan buku untuk menarik siswa dan dengan menerapkan mode jeda membaca (didukung dengan keberadaan perpustakaan di dalam kelas), pojok baca buku terletak di tempat yang sering didatangi siswa dan juga dilakukan adanya kegiatan pembiasaan dalam aspek membaca buku. Sehingga dalam hal ini peran kepala sekolah sangatlah penting sebagai pemangku kepentingan atas jalannya program tersebut. Hasil dari wawancara dan observasi yang telah dilakukan menunjukan bahwasannya yang menjadi alasan utama untuk memperhatikan dan memotivasi budaya minat baca di sekolah ialah dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus terjadi saat ini dengan begitu seseorang juga harus mengupgrade dirinya sehingga ia tidak tertinggal informasi apapun dan juga ketika di ajak berbicara mengenai perkembangan ilmu pengetahuan ia juga menjadi nyambung dengan topik pembahasan yang dibahas.